Home > METRO BERITA > METRO BISNIS > Manfaatkan Limbah Industri, Tas Milik Syanaz Rambah Eropa

Manfaatkan Limbah Industri, Tas Milik Syanaz Rambah Eropa

METROSEMARANG.COM – Di tengah lesunya perekonomian nasional, warga Semarang lagi-lagi mampu berinovasi di bidang ekonomi kreatif. Syanaz Winanto tampak percaya diri tatkala menunjukkan tas buatannya, Selasa (8/11).

Tas buatan Syanaz siap mendunia. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Tas buatan Syanaz siap mendunia. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Sekilas terlihat biasa. Tapi Syanaz menjelaskan tas buatannya dihasilkan dari kayu-kayu bekas serutan pabrik kayu di dekat tempat tinggalnya, Jalan Bukit Putri Bukit Sari Banyumanik. Dia sempat berkenalan dengan seorang perajin asal Moskow Rusia untuk membuka bisnis kerajinan tas beberapa waktu silam.

Ia mula-mula mencari limbah kayu pinus, dan mahoni sebagai bahan baku. Setelah itu, ia kombinasikan dengan lembaran lain dan yang paling krusial dalam pemilihan kayu tidak mudah pecah saat memasuki empat musim.

Tak lama kemudian, pada 2014 ia lalu menjual tas kayu buatannya dengan merek Roro Kenes. Kemudian, secara perlahan ia menjual puluhan tas karyanya ke beberapa negara ke Eropa, Australia dan Rusia yang dibandrol sampai Rp 900 ribu-Rp 2,2 juta.

“Rata-rata mereka suka desainnya yang unik, atau sekadar menjaga gengsi, dan bernilai tinggi,” ujarnya.

Ada 25 seri telah diluncurkan. Sepintas, tasnya berbahan kulit yang dianyam sedemikian rupa. Namun, itu bukan ciri utama brand-nya. Lebih jauh, ia mengusung konsep orisinal.

“Di dunia tas harus selalu ada inovasi dan gebrakan. Di sini, saya juga bertemu banyak orang dan menemukan banyak hal baru,” katanya menegaskan. (far)