Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Manisnya Kolaborasi ‘Class of 2008’

Manisnya Kolaborasi ‘Class of 2008’

METROSEMARANG.COM – Sukses PSIS mempermalukan Persibat Batang, Minggu (7/8), bukan saja mendekatkan tim kebanggaan Wong Semarang ke fase 16 besar Indonesia Soccer Championship (ISC) B. Empat gol yang bersarang di gawang Banteng Alas Roban merupakan kreasi dua pemain ‘alumni’ PSIS era 2008/2009 yang sukses menelurkan pemain-pemain muda berbakat.

Feri Ariawan menyudahi puasa gol dengan mencetak brace di kandang Persibat Batang, Minggu (7/8). Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Feri Ariawan menyudahi puasa gol dengan mencetak brace di kandang Persibat Batang, Minggu (7/8). Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

Manchester United di bawah rezim Sir Alex Ferguson pernah menghasilkan pemain-pemain muda jempolan yang kelak menjadi pilar The Red Devils. Generasi emas yang dijuluki ‘Class of 92’ itu diisi sekumpulan anak muda yang tujuh tahun kemudian mempersembahkan gelar Liga Champions dan sederet trofi di liga domestik.

Fergie sukses membangun pondasi klub dalam diri David Beckham, Ryan Giggs, Paul Scholes, Nicky Butt hingga Neville bersaudara.

PSIS Semarang tentu saja tak sebanding jika disejajarkan dengan Manchester United. Perbedaannya bak bumi dan langit. Tapi, tim berjuluk Mahesa Jenar ini juga punya cerita tersendiri tentang youngster yang kemudian ditampung dalam skuat untuk mengarungi Liga Super Indonesia 2008/2009.

Bukan kisah manis yang dihadirkan dari generasi ini, karena PSIS harus turun kasta di Divisi Utama. Namun, ‘Class of 2008’ milik Mahesa Jenar melahirkan pemain-pemain yang kemudian beredar di tim papan atas Liga Indonesia.

Siapa yang tak kenal Hendro Siswanto yang kini meroket bersama Arema Cronus. Bek Persija Jakarta Gunawan Dwi Cahyo juga merupakan alumni 2008. Atau Valentino Telaubun yang sempat merasakan jersey Timnas Indonesia.

Ada pula Herry Susilo, Feri Ariawan dan Johan Yoga Utama. Tiga pemain ini diangkut Daniel Roekito untuk memperkuat Persiba Balikpapan. Kecuali Herry, dua nama terakhir cukup sukses bersama sejumlah tim-tim Liga Super Indonesia.

Setelah delapan tahun berlalu, takdir kembali mempertemukan Johan dan Feri di PSIS Semarang. Johan lebih dulu merapat dan sempat memberi gelar Polda Jateng Cup 2015. Sementara Feri bergabung mulai awal bergulirnya Indonesia Soccer Championship (ISC) B setelah kontraknya tak diperpanjang oleh Surabaya United.

Feri yang diharapkan bisa menjadi solusi di pos winger PSIS, sempat mengalami kesulitan di awal kompetisi. Namun, peruntungan pemain berusia 31 ini mulai berubah sejak pelatih Eko Riyadi memberi peran sebagai second striker/gelandang serang.

Meski tak muda lagi, Feri selalu mengisi daftar starter pilihan tim pelatih. Pun dengan Johan Yoga yang sejauh ini sudah mendonasikan tujuh gol buat timnya.

Dua pemain inilah yang menghadirkan mimpi buruk bagi Persibat, Minggu (7/8). Feri sukses mengukir gol perdananya buat PSIS sekaligus menyamakan skor di penghujung babak pertama.

Johan Yoga melakukan selebrasi setelah mencetak gol kedua ke gawang Persibat. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Johan Yoga melakukan selebrasi setelah mencetak gol kedua ke gawang Persibat. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

Gol ini lahir atas andil Johan yang memenangi duel udara dengan bek Persibat. Feri pun menuntaskannya dengan gaya yang cukup berkelas. Dia sempat mengecoh kiper Sendri Johansyah sebelum mencocor bola ke gawang.

Gol kedua yang dihasilkan Johan Yoga dari titik putih juga tak lepas dari kreasi Feri Ariawan. Pemain bernomor 31 itu mampu memanfaatkan kesalahan pemain belakang Persibat dan mengirim umpan silang yang berujung handball oleh Tugi Hadi.

Gol ketiga Mahesa Jenar lagi-lagi dihasilkan dari kolaborasi Feri dan Johan. Proses gol ini berawal dari tusukan Hari Nur di sisi kiri yang kemudian memberikan bola kepada Johan. Kapten PSIS itu melepas umpan pendek kepada Feri yang dituntaskan dengan sepakan ke sudut kiri gawang Persibat.

Johan kemudian mencetak gol keduanya di pertandingan ini, juga dari eksekusi 12 pas. Tambahan dua gol tersebut sekaligus menempatkan Johan Yoga di puncak daftar top skor ISC B dengan torehan tujuh gol.

Menarik pula untuk dinantikan kolaborasi Feri dan Johan di laga-laga PSIS selanjutnya. (twy)