Home > METRO BERITA > Masih Banyak Rumah Tak Layak Huni, Hendi bakal Lebih Sering Blusukan Kampung

Masih Banyak Rumah Tak Layak Huni, Hendi bakal Lebih Sering Blusukan Kampung

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mendapati rumah tak layak huni saat blusukan di Lamper Lor Kecamatan Semarang Selatan, Rabu (1/11). Dinas terkait langsung diperintahkan untuk memugar umah milik Agus, warga RT 1 RW 5 yang nyaris roboh.

Wali Kota Hendrar Prihadi saat menyambangi rumah warga di Lamper Lor, Rabu (1/11). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Saat itu wali kota yang akrab disapa Hendi itu sedang keliling jalan kaki di kelurahan tersebut. Tiba-tiba dia mendatangi rumah Agus yang kondisinya memprihatinkan dan cenderung tidak layak huni. Terlihat dari beberapa dinding yang jebol, atap yang keropos, serta lantai yang tidak berkeramik.

Hendi mengaku khawatir dengan kondisi rumah tersebut karena terlihat hampir roboh, karenanya dia terhenti di rumah Agus.

“Itu rumahnya seperti itu kok masih ditinggali? Kalau ambruk (roboh) siapa yang tanggung jawab?” tanya Hendi kepada Mutohar, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Semarang yang mendampinginya.

“Tolong ini segera diperbaiki rumahnya, bulan ini bisa selesai ya?” tanya Hendi lagi yang langsung disanggupi oleh Mutohar.

Mutohar kemudian menjelaskan bahwa rumah Agus tersebut akan mulai dibenahi oleh Pemerintah Kota Semarang pada pertengahan bulan November 2017, dan akan rampung pada akhir bulan. “Tadi kita lihat, untuk perbaikan atap, dinding, dan lantai ini waktu yang dibutuhkan sekitar dua minggu,” jelas Mutohar.

“Namun agar cepat selesai tentu saja dibutuhkan partisipasi warga sekitar juga untuk ikut bergotong royong,” lanjutnya.

Menurut Hendi, permasalahan rumah yang tidak layak huni di Kota Semarang bukan hanya ada di Kelurahan Lamper saja. “Jadi saya usahakan sebisa mungkin setiap pagi berkeliling ke kampung, karena yang seperti ini bisa saja luput dari perhatian masyarakat sekitar sehingga tidak dikomunikasikan kepada kami,” jelasnya.

“Maka dari itu saya selalu katakan ke teman-teman di Pemerintah Kota Semarang bahwa turun ke bawah itu wajib hukumnya. Kalau sudah diingatkan tapi masih tidak dilakukan juga, saya gandeng untuk turun bareng-bareng,” tegas Hendi.

Sementara Agus sendiri mengatakan, dirinya tak menyangka jika perhatian orang nomor satu di Kota Lumpia tersebut sampai juga kepadanya. “Saya sangat senang, rumah saya akan langsung diperbaiki Pak Wali,” tutur Agus. (duh)