Home > METRO BERITA > Masih Efektifkah #LaporHendi?

Masih Efektifkah #LaporHendi?

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta warga Kota Semarang untuk turut aktif dalam pembangunan dan pembenahan kotanya, salah satunya dengan memanfaatkan sistem laporan #LaporHendi. Sistem aduan ini dinilai oleh Wali Kota sebagai bentuk partisipasi masyarakat untuk memberikan masukan dan saran kepada Kota Semarang agar lebih baik.

Lapor Hendi

#LaporHendi bisa dilakukan melalui twitter dengan mention akun @hendrarprihadi dan mencantumkan hashtag #LaporHendi. Selain itu, juga bisa melalui SMS ke nomor 1708 serta website maupun aplikasi yang sudah ada di PlayStore. Tidak hanya itu, Pemerintah Kota Semarang juga menyediakan layanan Pusat Pengelolaan dan Pengaduan Masyarakat (P3M) di Balai Kota.

Dari kajian yang dilakukan LSM Pattiro Semarang, 50 persen aduan tertangani, sedangkan sisanya masih belum jelas apakah tidak tertangani atau sedang dalam proses. Pattiro Semarang telah mengirimkan enam aduan yang menanyakan atau menginformasikan hal-hal seperti informasi, dokumen, pelanggaran dan lain-lain.

“Kami telah mencoba mengadu melalui sistem #LaporHendi. Kekurangannya adalah pelapor tidak diberikan progres laporan, mulai dari disposisi atau memang sudah selesai ditangani. Namun kami akui, kecepatan dalam respon aduan yang akan ditangani cukup cepat, yakni satu hingga tiga hari,” kata Direktur Pattiro Semarang, Widi Nugroho, Selasa (11/10).

Menurutnya, masih perlu perbaikan dalam sistem #LaporHendi, seperti pengaduan offline (P3M) yang tidak terintegrasi dengan pengaduan lainnya. “Dari yang kami catat, pengadu leboh dominan menggunakan media sosial. Kebanyakan mereka berumur 18 hingga 49 tahun. Ini yang harus lebih dimaksimalkan,” tambahnya.

Selain itu, sumber daya manusia (SDM) dan anggaran dalam sistem laporan ini dirasa masih kurang sehingga mengakibatkan respon atau tindak lanjut laporan masyarakat belum bisa maksimal. (ade)