Home > Berita Pilihan > Maulana Imam, Pelajar Semarang Peraih Medali Perak Olimpiade Kimia Internasional

Maulana Imam, Pelajar Semarang Peraih Medali Perak Olimpiade Kimia Internasional

METROSEMARANG.COM – Satu lagi pelajar asal Semarang yang sukses menuai prestasi di tingkat internasional. Dia adalah Maulana Imam Setyo Putro, yang baru saja meraih medali perak International Chemistry Olympiad (IChO) di Tbilisi,Georgia pada Juli silam. Alumni SMA Negeri 3 Semarang yang menjadi wakil Indonesia itu menyisihkan ratusan peserta dari berbagai negara.

Maulana Imam Setyo Putro menunjukkan medali yang diraih di International Chemistry Olympiad (IChO). Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri
Maulana Imam Setyo Putro menunjukkan medali yang diraih di International Chemistry Olympiad (IChO). Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Alan, begitu ia biasa disapa adalah satu-satunya wakil kontingen Indonesia yang berasal dari Jawa Tengah. Bersama tiga rekannya, Fahmi Naufal Rizki dari Tangerang, Abraham Natahanael dari Surabaya, dan Regina Rachel dari Makassar, dia mengikuti olimpiade kimia internasional di Georgia yang berlangsung pada 23 Juli hingga 1 Agustus 2016.

Pada IChO tahun ini, kontingen Indonesia mampu meraih dua  medali perak dan dua medali perunggu. Medali perak diraih Alan dan Fahmi, sedang dua rekannya yang lain meraih medali perunggu.

Alan menuturkan bahwa tiap negara mengirim empat perwakilan. Tiongkok, kata dia adalah negara dengan raihan medali emas dari seluruh perwakilannya. Namun hasil yang diraih kontingen Indonesia masih lebih baik karena ada negara yang sama sekali tak meraih medali.

“Masih lebih baik dari Malaysia. Selandia Baru malah tidak dapat medali,” ungkap Alan kepada metrosemarang.com di lobi SMA 3 Semarang, Kamis (4/8).

Raihan medali perak di Georgia menambah daftar torehan prestasi yang diukir remaja 17 tahun tersebut. Sebelumnya, Alan juga pernah mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan meraih medali perak pada tahun 2014. Setelah itu pada tahun 2015 ia kembali mengikuti OSN dalam bidang kimia dan akhirnya berhasil meraih medali emas, hingga membawanya mewakili Indonesia di tingkat internasional.

Bagi Alan, IChO 2016 telah memberinya banyak pengalaman yang sangat membanggakan. Selain bertemu dengan ratusan peserta dari mancanegara, putra pasangan Tri Hapsari dan M. Puji Setyono juga bisa menikmati keindahan negara pecahan Uni Soviet tersebut.

Bahkan medali yang didapatkannya pun unik dan beda dari yang lain.”Gambar di medalinya itu buah anggur, karena di sana terkenal sebagai negara berkomoditas anggur,” pungkasnya. (vit)