Home > METRO BERITA > Mbak Ita Ingin Pelaku Pemukulan di BRT Di-PHK

Mbak Ita Ingin Pelaku Pemukulan di BRT Di-PHK

METROSEMARANG.COM – Kabar tidak sedap, yaitu kasus pemukulan oleh kru Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang membuat Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meradang. Mbak Ita, demikian dia disapa menginginkan pelaku pemukulan kepada pengguna BRT Trans Semarang tersebut untuk di-PHK.

“Ini adalah pelayanan. Apapun alasannya, hal tersebut tidak dibenarkan. Walaupun pengguna marah-marah kepada operator, karyawan harus tetap bisa mengendalikan diri karena BRT adalah penyedia jasa,” kata dia, Senin (1/8).

Hevearita Gunaryanti Rahayu Foto: metrosemarang.com/dok
Hevearita Gunaryanti Rahayu
Foto: metrosemarang.com/dok

Hal itu diungkapkannya di depan Kepala Badan Layanan Umum (BLU) BRT Kota Semarang, Joko Umboro Jati di Gedung Juang 45, Jalan Pemuda Kota Semarang. Joko mewakili pengelola juga meminta maaf atas insiden pemukulan tersebut.

“Kami minta maaf. Terkait permintaan Wakil Wali Kota Semarang untuk melakukan PHK kepada yang bersangkutan, tentunya akan komunikasikan lebih lanjut,” kata dia.

Insiden pemukulan tersebut terjadi di halte BRT Ngesrep, Tembalang, Sabtu (30/7) siang. Korban adalah penumpang BRT bernama Budiyono (53) warga Ungaran. Pelaku, Den (20) mengungkapkan, ia terpaksa melepaskan pukulan karena sudah tak tahan dengan caci maki yang dilontarkan korban.

“Waktu itu orangnya marah-marah, sambil ngucap kata-kata kotor. Saya cuma diem, saya lihatin saja, terus bapaknya bilang ‘kowe ngopo pendelak-pendelik tak culek matamu’ (kamu ngapain lihat-lihat, tak tonjok matamu),” terang Den kepada awak media, Sabtu (30/7) malam di Tembalang.

Den pun habis kesabarannya. Ia lantas melepas seragam dan akhirnya terjadilah perkelahian dengan korban. Pukulan pertama Den mengakibatkan luka di dahi korban, sedangkan dirinya mendapat dua kali bogem mentah. Setelah meminta visum di RS Kariadi, korban akhirnya melaporkan kasus itu ke polisi. (ade)