Home > METRO BERITA > Mbak Ita Yakin Pedagang Bunga Kalisari Tidak Kehilangan Omzet Pasca Relokasi

Mbak Ita Yakin Pedagang Bunga Kalisari Tidak Kehilangan Omzet Pasca Relokasi

METROSEMARANG.COM – Sejak beberapa pekan terakhir, pedagang bunga yang sebelumnya menempati Jalan Dr Sutomo Kota Semarang telah berpindah ke Lapangan Garnisun. Kepindahan tersebut diharapkan tidak akan mengurangi omzet para pedagang yang berpindah demi reaktivasi Sungai Semarang tersebut.

Alat berat dikerahkan untuk meratakan eks pasar bunga Kalisari, Jumat (5/8). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Alat berat dikerahkan untuk meratakan eks pasar bunga Kalisari, Jumat (5/8). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, dirinya akan berkoordinasi dengan Dinas Pasar Kota Semarang jika terjadi keluhan turunnya omzet para pedagang bunga. Namun dirinya yakin, para pedagang tidak akan mengalami penurunan omzet secara signifikan.

“Mereka para pedagang bunga pasti sudah memiliki pasar dan pelanggan masing-masing. Jadi omzet tidak akan berkurang. Yang berkurang adalah pembeli bunga satuan, itu pun jumlahnya sedikit,” kata Ita, sapaan akrab Wakil Wali Kota Semarang, Jumat (5/8).

Beberapa hari terakhir, para pedagang memang vakum berjualan dikarenakan proses bongkar muat dari tempat lama ke tempat yang baru. Namun hal itu tidak memengaruhi omzet secara signifikan.

Revitalisasi Kali Semarang, tepatnya di daerah Pasar Kembang Kalisari Semarang tahap pertama ditargetkan rampung pada Oktober 2016 mendatang. Selanjutnya, awasan Kalisari Semarang akan berubah menjadi taman kota.

Pada 2016 ini, pembangunan tahap pertama akan menghabiskan dana sekitar Rp 9,6 miliar dari total anggaran Rp 12 miliar. Panjang kawasan yang ditata di kawasan Pasar Kembang adalah 400 meter.

Adapun, bangunan lapak pasar kembang yang awalnya menutupi Kali Semarang akan diangkat dan dijadikan lapak dua lantai dengan desain lantai satu yabg terbuka. Ini memungkinkan pejalan melihat Kali Semarang secara langsung.

Penambahan taman vertikal di seberang Kali Semarang juga akan dilakukan untuk menutup kawasan permukiman penduduk yang terkesan kumuh. Namun hal ini dilakukan untuk sementara menunggu penataan kawasan permukiman. (ade)