Home > METRO BERITA > Meliuk-liuk dengan Sepatu Roda saat Hari Bebas Kendaraan

Meliuk-liuk dengan Sepatu Roda saat Hari Bebas Kendaraan

METROSEMARANG.COM – Muthia terlihat malu-malu saat berada di kawasan bebas kendaraan (car free day) di bundaran Simpang Lima, Minggu (8/1). Sesekali, ia melirik kepada para pemain sepatu roda yang tengah asyik berlatih di situ.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Bersama sang ayah, Muthia lalu mencoba berselancar di jalan raya. Ia memakai sepatu roda, yang tampak baru hasil pemberian ayahnya. Ada seorang instruktur klub sepatu roda Genesis, yang melatih Muthia belajar sepatu roda.

Berulang kali instruktur tersebut meliuk-liuk di sela poll yang dipasang ditengah jalan. Ada sepuluh pemain, bahkan lebih yang menunjukan atraksi slalom, layaknya mobil race yang meliuk-liuk di jalanan.

“Sejak 2012 silam sampai sekarang peminat sepatu roda di Semarang memang sangat banyak, hanya sayangnya kurang terorganisir,” kata Rubiyatul Adawiyah seorang anggota Genesis, kepada metrosemarang.com.

Rubi, sapaannya mengaku senang dengan perkembangan olahraga sepatu roda yang semakin pesat di Ibukota Jateng. Terlebih lagi, banya komunitas yang bermunculan.

Genesis yang terbentuk lima tahun terakhir  berawal dari hobi dan kemudian berkembang pesat menjadi sebuah club yang berkomitmen memajukan olahraga sepatu roda di Indonesia.

“Anggotanya kini mencapai puluhan orang, Muthia salah satunya,” kata Rubi sembari memotret aksi slalom para atletnya.

Saat ini, Genesis secara intens berlatih tiap Senin, Rabu dan tentunya saat hari Minggu. Sejumlah aksi slalom selalu mereka tunjukan kepada masyarakat Semarang yang sedang berolahraga di Simpang Lima.

Menurut Rubi, atraksi slalom hanya dimiliki dua klub sepatu roda di Semarang. “Satu di antaranya adalah Genesis,” ujarnya bangga.

Para atlet, baik pemula maupun yang sudah mahir terus diajarkan bagaimana berselancar dengan indah menggunakan sepatu roda. Tiap pekan, sebuah trik slalom selalu mereka tampilkan untuk menarik minat warga agar belajar bersepatu roda.

Rubi berharap adanya atraksi-atraksi slalom seperti itu mampu mencetak bibit unggul yang mampu berkiprah di dunia sepatu roda tingkat nasional, hingga internasional. (far)