Home > METRO BERITA > Memerdekakan Rakyat dari Sanitasi yang Buruk

Memerdekakan Rakyat dari Sanitasi yang Buruk

METROSEMARANG.COM – Beberapa dokter tampak berdiri berjejer di depan halaman kantor Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, di Jalan Pahlawan, Senin (1/8) pagi. Seorang di antaranya lalu maju ke depan panggung untuk memberikan sambutan.

Budi Laksono, dokter tersebut menerangkan, kedatangannya di depan kantor Gubernur Ganjar untuk memulai sebuah aksi sosial, untuk memompa semangat warga Semarang dalam membangun jamban-jamban di pemukiman kumuh.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Hari ini, saya memulai aksi Walk for Toilet, yakni berjalan untuk memperjuangkan toilet untuk masyarakat Indonesia. Ada 94 juta orang pada 71 tahun Kemerdekaan Indonesia besok yang belum punya jamban. Padahal itu jadi kebutuhan mendasar bagi tiap keluarga,” kata Budi di depan teman-temannya.

Budi mengaku telah menggerakan aksi ini mulai dari beragam cara. Ia bilang awalnya nekat membuat cafe jamban, untuk menarik minat warga datang ke kafenya lalu merasakan nuansa di dalamnya.

“Kafe jamban adalah awal dari langkah saya mengampanyekan sanitasi bersih di Semarang dan harapannya bisa menular ke pelosok Tanah Air,” katanya.

Budi mengatakan hari ini melakukan longmarch ke Jakarta sembari membawa 150 kloset jongkok untuk dibangun di tiap daerah yang dilewatinya. Pelepasan rombongannya tadi dilakukan oleh Asisten III Setda Provinsi Jateng bidang Kesra, Budi Wibowo.

Ia yang ditemani oleh anggota Perhimpunan Dokter Umum Indonesia dan pecinta lingkungan itu memastikan akan mampir ke Bumijawa, Kabupaten Tegal untuk membuat 150 jamban jongkok di sana. Ratusan kloset itu kini telah diangkut menuju Tegal.

“Kloset tersebut sumbangan Fakultas Kedokteran Undip dan akan dibangun Bumijawa, Kabupaten Tegal,” akunya.

Rombongannya dijadwalkan tiba di Jakarta tepat 17 Agustus saat peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Ia berharap petisi jambanisasi yang dibawanya bisa diterima Presiden Joko Widodo.

Budi menyatakan Kemendes dan Kemendagri berjanji siap menyokong aksinya. Melalui dana desa yang cair November mendatang, ia yakin dapat dialokasikan bagi warga yang tak punya jamban. Masyarakat  boleh kembangkan sesuai kemampuan. “Selama ini kami hanya Rp 500 ribu per jamban karena yang bangun masyarakat sendiri,” urainya.

Demi kelancaran perjalanan mereka, tim medis sudah mengawal di tiap daerah. “Semoga saat kita kembali lagi, kita membawa berita baik,” tuturnya.

Asisten III Setda Provinsi Jateng bidang Kesra, Budi Wibowo rupa-rupanya mengapresiasi aksi sosial yang digalakan oleh Budi Laksono. Ia pun mendukung atas apa yang Budi lakukan demi mengedukasi masyarakat soal sanitasi sehat. (far)