Memprihatinkan, Kesadaran Pakaikan Helm untuk Anak Masih Rendah

METROSEMARANG.COM – Kesadaran masyarakat Kota Semarang terhadap pentingnya memakaikan helm kepada anak masih sangat kurang. Hal tersebut terbukti dengan masih banyaknya pengendara sepeda motor yang tidak memperhatikan kelengkapan dengan alasan masih anak-anak.

Polisi memakaikan helm kepada anak-anak saat menggelar operasi lalu lintas di Jalan Pemuda, Selasa (13/3). Foto: metrosemarang.com/efendi

“Memang untuk saat ini kesadaran orang tua masih kurang menyadari pentingnya memakaikan helm kepada pembonceng anak. Mereka masih menganggap bahwa anak kecil tidak apa-apa kalau tidak memakai helm,” kata Wakasatlantas Polrestabes Semarang, Kompol Sumiarta saat menggelar operasi di Jalan Pemuda, Selasa (13/3).

Padahal menurut Sumiarta, hal tersebut akan berakibat fatal. Jika nantinya terjadi kecelakaan maka akan membahayakan keselamatan korban karena tidak memakai helm.

Pada operasi kali ini polisi memberhentikan beberapa pengendara yang memboncengkan anak tanpa dilengkapi helm. “Masih banyak tadi yang tidak memakaikan helm kepada anaknya. Kami kasih mereka teguran dan memberikan tanda berupa pin bertuliskan Tercyduk,” kata Sumiarta.

Salah satunya Paryumi, seorang pengendara motor yang diberhentikan oleh petugas lantaran memboncengkan anaknya tanpa memakaikan helm. “Ya kan cuma mau keluar bentar, dan kebetulan memang anak saya belum punya helm,” dalihnya.

Ia kemudian diberi teguran oleh petugas dan tanda berupa pin bertuliskan Tercyduk. Tak hanya itu, petugas juga memberikan helm kepada anaknya agar menjadi pengguna jalan yang lebih tertib.

“Ya alhamdulillah dapat helm, awalnya kaget tadi dihentikan saya bingung,” ujar Paryumi.

Operasi keselamatan lalu lintas yang dilakukan oleh Satlantas Polrestabes Semarang memang ada berbagai macam penindakan. Beberapa pengendara ada yang ditindak dengan penilangan, ada juga yang hanya diberi teguran.

“Tergantung kalau pelanggaran yang agak berat kami lakukan penilangan, tapi kalau hanya pelanggaran ringan kami kasih teguran dan pin,” pungkas Sumiarta. (fen)

You might also like

Comments are closed.