Home > METRO BERITA > Mendagri: Kebencian dan Beda Pendapat Jangan Memecah Kebersamaan

Mendagri: Kebencian dan Beda Pendapat Jangan Memecah Kebersamaan

METROSEMARANG.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memberikan pesan kepada seluruh masyarakat Indonesia di Hari Lahirnya Pancasila pada 1 Juni. Ia berharap jangan hanya karena rasa kebenciaan dan berbeda pendapat bisa memecah kebersamaan.

Mendagri Tjahjo Kumolo saat menghadiri pagelaran wayang kulit di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kamis (1/6) malam. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

”Membangun kerukunan adalah modal dasar bangsa yang besar, yang terdiri berbagai pulau, etnis, suku. Kuncinya adalah kebersamaan, saling memahami dan saling menghargai,” kata Tjahjo Kumolo pada acara wayang kulit ”Sirnaning Angkoro Murko” memperingari hari lahir Pancasila di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, yang berlangsung Kamis (1/6) malam hingga Jumat (2/6) dini hari.

Ia menjelaskan, Presiden telah mengeluarkan Kepres setiap hari lahirnya Pancasila harus diperingati. Sebab Pancasila dasar negara dan panduan dalam setiap pengambilan kebijakan politik pembangunan mulai dari Presiden hingga RT/RW dan semua elemen masyarakat.

Siapapun harus mengimplementasikan sila-sila dalam Pancasila dan berkomitmen menegakkan NKRI, kebhinekaan, dan mempertahankan UUD45. Jika hal itu dilakukan maka kegotongroyongan, kerukunan warga negara yang terdiri dari berbagai suku, agama, golongan, kepentingan, politik akan bisa menyatu.

”Kita ingin bangsa ini saling asah, asih, dan asuh. Saling mengingatkan untuk terus meningkatkan komitmen membangun bangsa ini. Sudah 71 tahun merdeka, maka jangan hanya karena rasa kebenciaan, beda pendapat kemudian bisa memecah kebersamaan,” terangnya.

Ia meminta semua elemen harus mampu melaksanakan fungsi masing-masing. Sebagai pemerintah, misalnya, mulai menteri, gubernur, wali kota, hingga ke pemerintahan yang terbawah harus melaksanakan amanah mempercepat pelaksanaan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

”Pers pun harus melaksanakan fungsinya memberikan kritik dan masukan secara obyektif, sehingga mampu menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama kerja dan membangun kerukunan,” pungkasnya. (duh)