Home > METRO BERITA > Mendekati Idul Adha, Dispertan Semarang Temukan Lima Kambing Kudisan

Mendekati Idul Adha, Dispertan Semarang Temukan Lima Kambing Kudisan

METROSEMARANG.COM – Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kota Semarang, menemukan lima kambing kurban terjangkit penyakit kudisan saat mendekati perayaan Idul Adha 1437 Hijriyah nanti. Menurut Kepala Dispertan Semarang WP Rusdiana, penyakit kulit itu ditemukan saat petugasnya sidak di Genuk dan Tembalang.

Pemeriksaan hewan kurban oleh Dispertan Kota Semarang, Senin (5/9). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Pemeriksaan hewan kurban oleh Dispertan Kota Semarang, Senin (5/9). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Jumlahnya enggak banyak. Cuma empat sampai lima ekor saat kita mendatangi pedagang hewan kurban di Genuk dan Tembalang,” akunya kepada metrosemarang.com, saat sidak di Jalan Untung Suropati Ngaliyan, Senin (5/9).

Rusdiana menyatakan, kambing kudisan itu kemungkinan besar merupakan kiriman distributor dari Kabupaten Grobogan dan Boyolali. Lebih jauh, ia mengatakan proses pemantauan hewan kurban juga dilakukan menyeluruh di 16 kecamatan.

Di tiap kecamatan, kata Rusdiana, telah diterjunkan beberapa tim medis hewan yang terdiri dari dokter dan penyuluh dari Dispertan. “Petugas yang keliling di 16 kecamatan ada 56 orang sejak seminggu lalu. Mereka kita minta mendata hewan dan pedagangnya menjelang pelaksanaan Idul Adha,” ujar Rusdiana.

Ia tengah memperketat pemantauan surat kesehatan hewan yang dibawa para pedagang dari luar Semarang. Jangan sampai hewan kurban yang masuk berpenyakit menular pada manusia.

“Nah, selain penyakit kulit, ternyata juga ada kambing yang nafsu makannya turun. Dia lesu habis menempuh perjalanan panjang. Salah satunya di penjualan kambing milik Pak Pomo di Kalipancur,” terangnya.

Di lain pihak, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Jawa Tengah Agus Waryanto, memantau di lokasi penjualan hewan kurban Jalan Untung Suropati Kalipancur Semarang terdapat tiga domba, 200 kambing dan 25 sapi yang layak disembelih saat Idul Adha tiba.

“Sudah dicek kesehatannya. Dari aspek umur memenuhi syarat. Dari kesehatannya juga layak dikonsumsi. Kejadian tahun lalu yang ditemukan belum memenuhi usia dan ada cacingnya, jangan sampai terulang kembali,” katanya. (far)