Home > METRO BERITA > Mendekati Imlek, Pembuat Kue Keranjang di Pecinan Semarang Panen Rezeki

Mendekati Imlek, Pembuat Kue Keranjang di Pecinan Semarang Panen Rezeki

Ong Eng Hwat menunjukkan kue keranjang hasil kreasinya. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Ong Eng Hwat menunjukkan kue keranjang hasil kreasinya. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

METROSEMARANG.COM – Mendekati pergantian Tahun Baru Cina 2016, sejumlah pembuat kue keranjang di Kampung Kentangan, Semarang bak ketiban durian runtuh. Ong Eng Hwat, misalnya. Generasi ketiga pembuat kue keranjang di Kampung Kentangan itu berkata bila saat ini orderan yang ia dapatkan meningkat tajam dari hari sebelumnya.

“Pesanan kue keranjang saya banyak sekali sekarang. Ya, perayaan Imlek kan tinggal seminggu lagi,” ujar Ong, saat ditemui metrosemarang.com di rumahnya, Senin (1/2).

Ia lantas melanjutkan, pesanan yang datang kebanyakan dari pelanggan tetap yang berasal dari dalam Kota Semarang, Solo, Bandung, Surabaya sampai Jakarta. Saat ini, ia menjual kue keranjang buatannya seharga Rp 42 ribu-Rp 55 ribu perkilogram. “Sekilo dapat dua sampai empat biji,” katanya.

Hanya seminggu menjelang perayaan Imlek, ia mengaku sehari dapat melayani pesanan 50-70 kilogram kue keranjang. Jumlah yang begitu banyak bagi perajin rumahan (home industry) seperti dirinya.

Ong bilang kue keranjang buatannya punya rasa yang menggoyang lidah. Ia menyebut khusus perayaan Imlek, ia rutin membuat kue keranjang rasa cokelat, vanila, prambors, kacang, durian dan obar-abir.

Yang terakhir disebutkan adalah kue keranjang perpaduan empat rasa jadi satu. “Obar-abir itu yang paling dicari pembeli,” sahutnya.

Meski begitu, Ong menambahkan, di Tahun Monyet Api kali ini jumlah pesanan cenderung menurun apabila dibanding tahun lalu. “Tapi enggak apa-apa yang penting masih punya pelanggan,” tutur Ong.

Ong merupakan pembuat kue keranjang yang masih meneruskan resep warisan leluhurnya. Tiap membuat kue keranjang, ia dibantu tiga sampai empat pegawai. Ong tiap hari butuh kurang lebih 1 ton bahan baku untuk membuat kue keranjang.

Kue keranjang mula-mula dibuat dari tepung ketan lalu dicampur gula dan air lalu diaduk sampai rata. Adonan kemudian dimasukan ke dalam cawan-cawan cetakan berukuran sedang. Setelah itu dimasak hingga 10 jam. “Butuh waktu 24 jam untuk membuat kue keranjang,” jelasnya.

Selain Ong, masih ada belasan pembuat kue keranjang yang kebanjiran pesanan seminggu menjelang Imlek. Bagi warga Tionghoa, kue keranjang paling sedap jika digoreng terlebih dulu lalu disantap memakai parutan kelapa atau bisa juga dikukus memakai daun pisang. Ini adalah santapan khas warga Tionghoa setiap kali merayakan pergantian Tahun Baru Cina di Semarang dan daerah-daerah lainnya di pelosok tanah air. (far)