Home > METRO BERITA > Mendiang Sulistiyo Dikenal Gigih Kembangkan Kampus UPGRIS

Mendiang Sulistiyo Dikenal Gigih Kembangkan Kampus UPGRIS

METROSEMARANG.COM – Jenazah Ketua Umum PB PGRI Dr Sulistiyo MPd hari ini, Selasa (15/3) telah tiba di rumah duka Jalan Karangias Raya Nomor 8 Tlogosari Kulon Semarang. Pihak keluarga tengah bersiap melaksanakan salat jenazah di masjid samping rumah duka.

Saat ini ribuan kolega dan para guru dalam organisasi PGRI terus berdatangan untuk melayat jenazah Sulistiyo. Sujianto seorang guru asal Semarang mengaku bersedih atas kepergian sang ketua umum.

Ia bilang sebagai ketua PGRI, almarhum dikenal gigih memperjuangan hak-hak para guru. Bahkan saat menjabat Rektor UPGRIS, almarhum yang juga menjabat sebagai legilator DPD RI juga berjasa memajukan kampus swasta tersebut.

Jenazah almarhum Sulistiyo saat tiba di rumah duka Jalan Karangingas Raya Nomor 8 Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Jenazah almarhum Sulistiyo saat tiba di rumah duka Jalan Karangingas Raya Nomor 8 Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

“Beliau sangat berjasa besar bagi UPGRIS. Dulu sebelum jadi rektor, UPGRIS prestasinya biasa-biasa saja. Tapi setelah dipimpin beliau, perkembangan UPGRIS sangat luar biasa, bahkan jumlah mahasiswanya mencapai lebih dari 10 ribu orang dan itu bertahan sampai sekarang,” kata warga Palebon Semarang ini kepada metrosemarang.com.

Lelaki berusia 53 tahun ini juga menyampaikan bahwa setelah disalatan di masjid sebelah rumahnya, jenazah almarhum akan dibawa ke Banjarnegara untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Semasa hidupnya, almarhum berpesan kepadanya agar terus bekerja keras membesarkan PGRI. “Saya terakhir ketemu setengah tahun lalu pas acara Dies Natalis UPGRIS,” paparnya.

Almarhum merupakan salah satu korban tewas dalam peristiwa kebakaran di Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo Jakarta. Peristiwa nahas pada Senin kemarin itu juga menewaskan tiga orang lainnya. Semuanya meninggal dunia saat menjalani terapi hiperbarik.

Wakil Sekretaris Umum PGRI Jawa Tengah, Dr Ngasbun Egar MPd menambahkan, pemakaman jenazah almarhum di Banjarnegara merupakan permintaan pihak keluarga. Sedangkan Semarang merupakan kota asal istri almarhum.

“Rencananya dimakamkan Selasa siang di Banjarnegara bukan di Semarang,” ujar lelaki yang jadi Wakil Direktur Program Pascasarjana Universitas PGRI Semarang itu.

Ngasbun memaparkan jenazah koleganya dipulangkan dari Jakarta menuju Semarang pukul 09.30 WIB pagi menggunakan pesawat carter. Jenazah tiba di Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang kurang lebih pukul 10.00 WIB lalu dibawa ke rumah duka Jalan Karangingas Raya Nomor 8 Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan.

“Dari bandara langsung ke rumah duka kemudian disalatkan oleh keluarga dan sahabat yang melayat,” sambungnya.

Almarhum meninggalkan seorang istri, Halimah serta dua putra Abdul Gani SH dan Hakim yang masih duduk di bangku SMA. Selain bergelut di dunia pendidikan, Sulistiyo semasa hidupnya juga dikenal publik sebagai senator DPD. (far)