Home > METRO BERITA > METRO GAYA > Imlek Semarang > Mengenal Makanan Tradisional Tionghoa di Pork Festival 2016

Mengenal Makanan Tradisional Tionghoa di Pork Festival 2016

Pork Festival 2016 di Sri Ratu Semarang, menyajikan beragam makanan tradisional Tionghoa dari daging babi. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Pork Festival 2016 di Sri Ratu Semarang, menyajikan beragam makanan tradisional Tionghoa dari daging babi. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

METROSEMARANG.COM – Menyambut Tahun Baru Imlek 2567, Komunitas Kuliner Semarang menggelar festival kuliner yang berbahan dasar olahan daging babi. Tak hanya memanjakan penikmat daging babi, event bertajuk Pork Festival 2016 itu juga menjadi sarana untuk memperkenalkan makanan tradisional khas Tionghoa.

Pork Festival 2016 menyediakan 20 stan makanan yang berbahan dasar daging babi. Beragam jenis makanan tersaji di area festival yang bertempat di halaman parkir Sri Ratu Jalan Pemuda ini.

Firdaus Adinegoro, Ketua Komunitas Kuliner Semarang mengatakan, event yang diklaim sebagai festival olahan daging babi terbesar itu merupakan bagian perayaan Imlek di Semarang. “Kami ingin mengenalkan bahwa masyarakat Tionghoa juga memiliki ragam kuliner yang cukup banyak. Dari olahan daging babi saja bisa disajikan dalam beraneka menu,” katanya, saat ditemui di sela pembukaan Pork Festival, Kamis (4/2).

Di festival ini, lanjut Firdaus, pengunjung bisa menemukan kuliner yang tidak dijumpai di tempat lain. Sebab, peserta festival yang akan berlangsung hingga Senin (8/2) ini tidak semuanya membuka lapak khusus di hari biasa. “Ada sekitar 40 persen yang tidak punya tempat usaha. Mereka hanya melayani pembelian melalui pesanan,” ujarnya.

Beragam jenis makanan bisa Anda jumpai di sini, dengan harga mulai Rp 10 ribuan. Salah satunya adalah Bakcang, makanan tradisional masyarakat Tionghoa, yang berupa ketan berisi daging babi yangdibungkus daun bambu.

“Ini makanan tradisional juga. Biasanya ada yang jual di Pecinan sana. Isinya juga bermacam-macam, ada daging babi dan daging ayam,” kata Maria (60), pemilik stan Bakcang Suburan 66.

Selain Bakcang, masih ada belasan menu lain dengan bahan daging babi. Di antaranya Babi Gongso, Lo Sio Bak, Pork Ribs, Pork Rink, Sakcang Babi. Ada juga Running Piggy, semacam barbecue babi atau Nyuk Piang yang merupakan makanan tradisional Sukul Khek.

Anda berminat mencoba? Silakan berkunjung mulai pukul 09.00-21.00. Tapi, Anda yang pantang mengonsumsi daging babi, disarankan untuk tidak datang. (Mg-01)