Beranda Berita Pilihan Mengenal Menu Jamuan Tok Panjang yang Sarat Makna

Mengenal Menu Jamuan Tok Panjang yang Sarat Makna

BERBAGI

PASAR Imlek Semawis menjadi momen perayaan yang selalu dinantikan menjelang Tahun Baru Tionghoa atau Sincia. Pada setiap pembukaan acara tersebut ada sebuah perjamuan makan yang digelar, yakni Tok Panjang.

Para tamu dari berbagai kalangan hadir dalam jamuan makan malam Tok Panjang di pembukaan Pasar Imlek Semawis 2018 di Kawasan Pecinan Semarang, Senin (12/2). Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Ritual makan malam bersama di meja panjang itu sudah tiga tahun berturut-turut digelar oleh penyelenggara Pasar Imlek Semawis dengan tujuan untuk menyambung silaturahmi dan mempererat persaudaraan antar berbagai kalangan mulai pejabat, tokoh masyarakat, pemuka agama, hingga warga biasa.

Ketua Panitia Pasar Imlek Semawis, Harjanto Halim menuturkan, Imlek selama ini sering disalahartikan atau hanya dianggap sebagai momen bagi-bagi angpao. Padahal Imlek adalah jamuan makan malam bersama menjelang tahun baru.

‘’Jadi, kalau besok paginya tahun baru Imlek malam harinya keluarga besar Tionghoa datang ke kerabat yang paling tua untuk makan bersama atau namanya reunion dinner. Acara tersebut intinya menjalin menjalin silaturahmi bukan hanya bagi-bagi angpao,’’ katanya saat pembukaan Pasar Imlek Semawis 2018 di Kawasan Pecinan Semarang, Senin (12/2).

Konsep reunion dinner itu kemudian diadopsi di Pasar Imlek Semawis melalui perjamuan Tok Panjang. Meja panjang digelar di jalanan kawasan pecinan dimana yang hadir bersilaturahmi di antaranya warga Tionghoa setempat, pemerintah, akademisi, dan komunitas lintas agama.

Sejumlah hidangan Tionghoa peranakan pun disajikan kepada tamu yang hadir. Setiap menu memiliki makna mendalam dan berisi sebuah pengharapan yang baik menyambut tahun baru yang akan datang. Adapun menu-menu yang disajikan dalam Tok Panjang di antaranya:

Yu Sheng (Salad Ikan Tahun Baru)

Yu Sheng
Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Salad Ikan dengan dengan berbagai macam sayuran dan rempah-rempah ini menjadi hidangan pembuka di makan malam Tok Panjang. Hidangan ini baru pertama kali disajikan di Indonesia dengan jumlah yang banyak sekali.

Untuk menikmati sepiring Yu Sheng berisi ikan, wortel, lobak, jeruk, bubuk lada, biji wijen, dan kulit pangsit goring, para tamu dipersilahkan berdiri. Delapan orang mengelilingi satu piring Yu Sheng, kemudian menambahkan perasan jeruk nipis sambil berkata ‘’Ta Ci Ta Li’’ yang artinya semoga kebersamaan dan ketentraman selalu ada dalam keluarga. Kemudian, minyak wijen dituang dan mengucapkan ‘’Yu Man Fu Thien’’ artinya kekayaan terus bertambah. Lalu, tuang gula pasir sambil berkata ‘’Thien Thien Mie Mie’’ dengan harapan agar kedamaian dan kebahagiaan selalu ada dalam keluarga.

Terakhir tuangkan bubuk lada dan ngohiong sambil mengucapkan ‘’Fung Thiaw Yi Sun’’ agar selalu diberikan kemudahan dan kelancaran dalam hidup. Setelah seluruh tamu mencampur Yu Sheng menggunakan sumpit masing-masing, kemudian salad diangkat sambil mengucapkan ‘’Lo Hey Lo Hey Lo Kow Fong Sang Sue Hey’’ semoga selalu beruntung di tahun yang baru.

Dim Sum

Dim Sum
Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Seporsi Dim Sum berisi Pao berwarna merah muda dan Hakau Udang menjadi hidangan selanjutnya setelah tamu menikmati Yu Sheng. Adonan tepung terigu yang diberi ragi kemudian dikukus hingga mengembang itu berisi taosa atau kacang merah yang dihaluskan dan ditambah gula. Pao yang memiliki rasa manis itu dinikmati bersama Hakau Udang.

Sop Keberuntungan

Sop Keberuntungan
Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Memasuki menu ketiga, para tamu dipersilakan menikmati Sop Keberuntungan. Semangkuk besar sup dengan kuah kental berwarna merah kecoklatan ini dimakan bersama-sama. Sop Keberuntungan merupakan hidangan berkuah yang dimasak dengan bumbu khas Tionghoa yakni Szechuan, dan memiliki rasa dengan paduan asam, manis, pedas, dan asin. Adapun, isi dari Sop Keberuntungan di antaranya jamur, tahu, daun bawang, cabai merah, dan irisan jahe.

Nasi Goreng Jamblang

Nasi Goreng Jamblang
Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Nasi Goreng yang dibungkus dengan daun jati menjadi menu berikutnya dan juga memiliki makna mendalam. Maknanya, selain mengangkat salah satu kearifan lokal yang sudah dilupakan, filosofi dari daun jati ini tentang bagaimana merayakan kesederhanaan.

Nasi Goreng Jamblang ini terbuat dari nasi putih yang dicampur biji-bijian seperti kacang hijau, jagung, beras merah (kongbap) kemudian dimasak dengan bumbu-bumbu seperti minyak wijen dan kecap asin, lalu dibungkus daun jati sehingga aromanya lebih sedap.

Ayam Goreng Kebahagiaan

Ayam Goreng Kebahagiaan
Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Seporsi Nasi Goreng Jamblang tadi dinikmati bersama Ayam Goreng Kebahagiaan. Ayam goreng dengan rasa gurih asin mengandung harapan agar siapapun yang menyantap dapat bahagia selama setahun ke depan.

Kue Pandan Keju

Kue Pandan Keju
Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Sebagai hidangan penutup, tamu yang hadir pun harus menuntaskan jamuan makan Tok Panjang dengan panganan dengan rasa manis atau dessert. Maka, Kue Pandan Keju menjadi pilihan untuk dihidangkan pada malam itu. Kue berwarna hijau dari daun pandan yang wangi itu diatasnya diolesi krim keju yang manis gurih. Sehingga semua harapan yang baik, manis, dan bahagia begitu paripurna dijunjung ke langit dan diserukan ke semesta agar seluruh masyarakat Kota Semarang akan lebih baik menjalani kehidupan di Tahun Anjing Tanah.(Anggun Puspita-)