Home > Berita Pilihan > Mengenal Sejarah Teng-tengan, Lampion Asli Semarang yang Melegenda

Mengenal Sejarah Teng-tengan, Lampion Asli Semarang yang Melegenda

METROSEMARANG.COM – Teng-tengan atau lampion yang pada awalnya bernama Dian Kurung ini dibuat pada 1942. Menurut Sesepuh warga Purwosari Perbalan, Tunut Sofwani, nama Dian Kurung diambil dari kata Dian yang berarti lampu, dan Kurung berarti kurungan. Dian Kurung awalnya berbentuk segi empat, berbeda dengan lampion sekarang yang berbentuk prisma persegi delapan.

Teng-tengan dulunya digunakan warga Perbalan untuk penerangan jalan. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

Menurutnya, saat itu Kampung Perbalan masih berupa rawa dan belum teraliri listrik, kemudian seorang yang dikenal dengan Mbah Saman mulai membuat Teng-tengan yang digunakan untuk penerangan.

“Saat Bulan Ramadan di sini sangat minim penerangan. Sedangkan jalan menuju musala gelap, akhirnya warga berinisiatif membuat Dian Kurung sebagai alat untuk penerangan menuju masjid atau musala,” ungkapnya, Selasa (30/5).

Teng-tengan, lampion asli Semarang yang terus berinovasi menyesuaikan perkembangan zaman. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

Teng-tengan digunakan sebagai penerangan dengan berbagai bentuk, ada yang bisa ditempel di dinding dan ada bisa dibawa untuk penerangan di jalan. Teng-tengan akan semakin ramai saat memasuki Ramadan lantaran digunakan banyak warga untuk menuju ke masjid pada malam hari.

“Karena kemajuan zaman, Dian Kurung semakin digemari karena bentuknya yang variatif, terutama saat bulan Ramadan seperti ini. Dulu awal-awal ditempel di tembok sekarang sudah ada yang bisa berputar,” imbuhnya. (ade)