Home > EXPLORE SEMARANG > Mengenang Cheng Ho Melalui Dongeng-dongeng Gerobak Batja

Mengenang Cheng Ho Melalui Dongeng-dongeng Gerobak Batja

METROSEMARANG.COM – Suara tawa riang puluhan anak terdengar di Taman Tirto Agung Banyumanik, Semarang, Minggu (22/1). Seperti biasanya, mereka begitu senang bermain bersama orangtuanya di bawah pepohonan yang rindang.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Namun, pada Minggu pagi terdapat acara istimewa. Ya, anak-anak seolah terhipnotis pada sesosok perempuan berbaju merah yang tengah mendongeng Laksamana Cheng Ho.

Sang penjelajah lautan asal dataran Cina itu diceritakan sebagai sosok tangguh, kuat dan taat beribadah semasa hidupnya. Cheng Ho, menurut Ayu Kusuma si pendongeng itu merupakan pembawa kedamaian yang nyata di muka Bumi.

Ia pun mengingatkan kepada anak-anak agar mampu meneladani jiwa kepahlawanan Cheng Ho. Pemberani dan cinta damai merupakan modal penting untuk membawa dunia menjadi lebih baik.

“Sosok Cheng Ho menjadi pengingat kita saat merayakan Imlek bersama sanak saudara di rumah. Apa yang ia tunjukkan tidak akan pernah lekang dimakan zaman,” ungkap Ayu.

Bukan tanpa alasan ia memilih Cheng Ho sebagai bahan mendongeng di depan puluhan anak. Cheng Ho adalah ikon Semarang. Namanya mahsyur sejak ribuan tahun silam saat rombongannya menginjakkan kaki di Gedong Batu (Sekarang menjadi Klenteng Sam Poo Kong).

Ayu bahagia bisa mengajak puluhan anak mengenang sepak terjangnya. Ke depan, ia berjanji akan memunculkan ragam acara lainnya untuk menarik minat anak membaca buku dongeng yang tersedia di Gerobak Batja.

“Tema setiap minggu selalu berbeda. Hari ini kita kenalkan ikon Semarang saat Imlek, dilain waktu kita giliran mengajak mereka baca buku sambil belajar doddle art atau seni menggambar,” kata Ayu.

Ia tak pantang surut untuk menggalakan gerakan membaca buku. Segudang ide masih tersimpan dalam otaknya, yang sewaktu-waktu dapat ia munculkan untuk hal-hal kreatif.

“Kita sekarang sedang butuh banyak relawan Gerobak Batja karena kita akan buka di Ungaran,” sambungnya seraya menyampaikan bahwa relawan yang ingin mendaftarkan diri bisa membuka tautan di www.gerobakbatja.org.

Sementara Clara, seorang anak yang tinggal di Jalan Durian Raya mengaku takjub saat mendengar cerita tentang Cheng Ho. “Suka sama ceritanya apalagi banyak temannya,” kata bocah perempuan berusia 7 tahun ini.

Harmanto Aji, pengelola Gerobak Batja mengatakan ada banyak manfaat yang dapat diambil saat mendengarkan kisah Cheng Ho. Salah satunya memompa daya literasi anak agar semakin giat membaca.

Menurutnya acara mendongeng yang dimulai sedari pagi itu pun dihadiri puluhan anak yang tinggal di sekitar taman. “Animonya tambah banyak,” akunya.

Para donatur buku terus berdatangan. Kini, koleksi buku Gerobak Batja meningkat pesat. Bila awalnya hanya 5.000 buah. Sekarang sudah ada 9.000 buah.

“Biar tidak bosan, kita juga distribusikan ke rumah pintar terdekat. Kita sengaja tidak banyak acara, karena target kita memang mengajak anak membaca buku di Gerobak Batja,” ujar Aji. (far)