Home > METRO BERITA > Menggairahkan Minat Baca Anak Miskin di Kampung Nelayan

Menggairahkan Minat Baca Anak Miskin di Kampung Nelayan

METROSEMARANG.COM – Suara tawa riang anak-anak terdengar menggema di dalam bangunan rumah apung di Kampung Tambakrejo RT 01/RW XVI Semarang Utara, pada Senin (5/12) siang. Di antara mereka ada yang bergegas mengambil buku di lantai dua bangunan tersebut.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Lia Sya’adah salah satunya. Ia mengaku senang dengan keberadaan rumah apung di kampungnya. Sebab, baginya koleksi buku yang ada di dalamnya mampu menambah pengetahuannya yang jarang didapatkan di bangku sekolah.

“Buku-bukunya bagus tapi saya berharap jumlahnya bisa ditambah lagi terutama buat buku pelajaran siswa SLTP,” kata Lia, sapaan akrabnya kepada metrosemarang.com.

Sembari membolak-balikan buku bacaannya, Lia mengatakan banyak manfaat lain yang didapatkannya dari rumah apung tersebut. Selain bisa bermain dengan teman sebayanya, ia juga bisa belajar kelompok saban hari.

“Enak belajar ramai-ramai di sini, saya biasanya kumpul sama teman sampai malam,” aku siswi MTS Negeri 2 Tambaklorok itu.

Lia hanyalah satu dari beberapa anak yang tiap hari rutin menyambangi rumah apung. Menurut Maftuh, seorang penjaga rumah apung, tumpukan buku bacaan yang ada selama ini memang memberikan manfaat lebih baik anak kurang mampu di kampungnya.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Sejak diresmikan sampai sekarang pengunjungnya cukup banyak. Meski begitu masih ada beberapa kekurangan yang perlu dilengkapi baik dari segi peralatannya maupun koleksi bukunya yang berjumlah 300 buah,” terangnya.

Rumah apung merupakan oase bagi warga kurang mampu yang tinggal di Tambakrejo. Keberadaannya mampu meningkatkan daya baca anak sekaligus menambah penghasilan untuk sebagian warga lainnya.

Maftuh berharap Pemerintah Kota Semarang ke depan bisa memberi seorang pemandu perpustakaan¬†agar mampu mengarahkan anak-anak untuk membaca buku pelajaran yang layak.¬† “Karena saat ini belum ada yang mengarahkan mau membaca buku apa saja,” jelasnya.

Zaenu warga setempat mengaku beruntung mendapat fasilitas rumah apung karena memberi banyak manfaat bagi dirinya. “Lagipula, sejak ada rumah apung banyak anak yang memilih belajar daripada bermain di luar rumah,” tandasnya. (far)