Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Mengganti Penutup Makam Pakuwaja sebagai Simbol Penyucian Diri

Mengganti Penutup Makam Pakuwaja sebagai Simbol Penyucian Diri

METROSEMARAN.COM – Memperingati malam 10 Muharam, warga Kampung Jagalan Desa Kutoharjo Kecamatan Kaliwungu Kendal menggelar ritual mengganti kain kafan makam Wali Hasan Abdullah atau Eyang Pakuwaja, Selasa (11/10) dinihari. Ritual ini sebagai simbol pensucian diri memasuki tahun baru Muharam.

Foto: metrojateng.com
Foto: metrojateng.com

Sebelum dilaksanakan penggantian kain kafan, penutup makam Wali Hasan Abdullah di komplek makam Desa Kutoharjo Kaliwungu ini, terlebih dahulu dibacakan Alquran secara bersama-sama. Warga juga melantunkan tahlil dan berdoa di depan makam untuk meminta keselamatan memasuki tahun baru Muharam.

Selanjutnya sesepuh kampung dan penjaga makam mengganti kain kafan yang digunakan untuk menutup pusara Eyang Pakuwaja. Diiringi lantunan salawat, penjaga makam membuka kain kafan yang lama kemudian diganti dengan yang baru.

Pengurus makam Eyang Pakuwaja, Zaenal Arifin mengatakan makna dari penggantian kain kafan ini adalah bentuk pensucian diri. “Memasuki tahun baru Muharam, yang lama dan yang jelek kita tinggalkan serta menggantikan dengan yang baru,” katanya.

“Selain itu penggantian kain kafan ini sebagai bentuk penghormatan kepada Eyang Pakuwaja yang menyebarkan agama Islam di pesisir Jawa khususnya di Kabupaten Kendal dan sekitarnya,” imbuh Zaenal.

Kain kafan yang lama nantinya akan disimpan untuk menjaga hal-hal syirik yang mempercayai kain kafan tersebut sebagai pembawa berkah. Warga yang mengikuti ritual ini berharap mendapat keberkahan memasuki tahun baru Muharam 1438 Hijriyah. (metrojateng.com/MJ-01)