Mengharap Kedamaian di Tahun Monyet Api

Ritual mengantar Dewa di Klenteng Tay Kak Sie. Foto: metrosemarang.com/dok
Ritual mengantar Dewa di Klenteng Tay Kak Sie. Foto: metrosemarang.com/dok

METROSEMARANG.COM – Perayaan Imlek tahun ini memberi harapan besar bagi warga Tionghoa di Semarang. Tahun Monyet Api akan menggantikan Kambing Kayu yang mereka percayai menjadi stimulus untuk menaruh harapan perjalanan kehidupan satu tahun ke depan.

Tokoh masyarakat Tionghoa Markus Djuli Purwanto mengungkapkan, perekonomian Indonesia tahun lalau sempat mengalami kelesuan. Perekonomian sempat mengalami pelambatan, namun dia optimistis akan ada perubahan di Tahun Monyet Api yang yang tingkah lakunya penuh kecerdikan dan kelincahan.

“Karena bagaimanapun ekonomi bisa maju kalau negara aman. Apalagi¬† di akhir tahun kemarin ada gerakan-gerakan radikal, tidak menutup kemungkinan gerakan tersebut masih ada,” kata Markus¬†saat ditemui belum lama ini.

Untuk menatap Imlek 2567, dia selalu menanamkan rasa optimistis pada dirinya. Beberapa perusahaan internasional yang mulai meninggalkan Indonesia, menurutnya, ini bukan menjadi sebuah hal yang harus ditangisi.

“Kinerja harus lebih ditingkatkan di tahun ini, apalagi sudah masuk di MEA, makin banyak tantangan yang kita hadapi, kita harus semakin lebih profesional,” tuur pengusaha kecap ini.

Markus merasa perayaan Imlek sekarang semakin berkembang dan semakin membaik. Hal ini karena rasa toleransi dari masyarakat semakin tinggi. Terbukti dari even Pasar Imlek Semawis (PIS), yang juga mengundang antuasiasme masyarakat umum untuk ikut merasakan kemeriahan Imlek.

“Semawis tidak hanya masyarakat Tionghoa saja yang terlibat, banyak warga lain juga ikut merasakannya. Kalau kebersamaan bisa kita pererat, ikatan kebangsaan bisa semkin kuat,” tutup Ketua RW 3 Kelurahan Kranggan Semarang Tengah itu. (CR-08)