Home > METRO BERITA > KULINER > Menikmati Tenangnya Lautan di Monumen Ketenangan Jiwa

Menikmati Tenangnya Lautan di Monumen Ketenangan Jiwa

Monumen Ketenangan Jiwa (foto: hondabladesemarangclub.blogspot.com)
Monumen Ketenangan Jiwa (foto: hondabladesemarangclub.blogspot.com)

 

Setiap tanggal 5 Oktober, warga Semarang akan memperingati terjadinya tragedi berdarah, pertempuran lima hari di kota ini. Di hari yang sama, di sebuah tempat yang berada di pinggir muara Banjir Kanal Barat, juga akan disinggahi beberapa orang berkewarganegaraan Jepang yang memperingati perjuangan leluhur mereka. Tempat yang dimaksud adalah Monumen Ketenangan Jiwa.

Monumen ini terletak di sekitar Taman Rekreasi Tanjung Mas. Dulu, monumen ini hanya berupa tugu yang dibuat pemerintah Jepang untuk memperingati para tentaranya yang tewas saat pertempuran lima hari di Semarang. Pemerintah Jepang memutuskan membangun tugu peringatan lantaran banyak tentaranya yang mati dan dibuang ke Banjir Kanal Barat. Sehingga, dipilihlah untuk membangun tugu di muara Banjir Kanal Barat.

Menurut cerita, monumen yang sebagian besar berpahatkan huruf Kanji ini mengarah ke Utara. Dan apabila ditarik garis lurus, maka akan sejajar dengan Tokyo, ibukota Jepang. Hal ini dimaksudkan agar arwah para tentara yang tewas saat pertempuran terjadi bisa merasa tenang dan kembali ke Jepang.

Kemudian, lantaran posisinya makin tergerus oleh banjir dan rob dari Laut Jawa, tugu yang dibangun pada 14 Oktober 1945 ini kemudian dibangun menjadi sebuah monumen dan diresmikan oleh Walikota Semarang, Sutrisno Suharto, yakni pada tanggal 14 Oktober 1998.

Bagi Anda yang penasaran dan ingin berwisata ke Monumen Ketenangan Jiwa, kosongkanlah waktu Anda untuk berwisata ke tempat ini. Untuk menuju ke lokasi, mulailah dari bundaran Kalibanteng ke arah timur menuju Arteri Yos Sudarso, kurang lebih 4 kilometer. Lalu pada lampu lalu lintas ketiga setelah lampu merah PRPP dan Marina. Kemudian carilah gerbang yang dulunya menuju bekas lokasi wisata Pantai Tanjung Emas. Laluilah jalan tanah sekitar 1 kilometer. Sebagai informasi, jalan menuju Monumen Ketenangan Jiwa sebagian besar masih berupa tanah bebatuan. Jadi berhati-hatilah terutama jika Anda ke sana saat musim hujan. Sesampainya di sana, rasakan ketenangan setenang lautan sambil menikmati hembusan angin pantai. Jangan lupa foto-foto ya!

Seiring dengan revitalisasi Banjir Kanal Barat, kabarnya akses menuju Monumen Ketenangan Jiwa akan dipermudah agar masyarakat dapat berwisata ke lokasi ini. (ren)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link