Home > METRO BERITA > Menolak Jalankan Program KSS, Wali Kota akan Panggil 5 Rumah Sakit

Menolak Jalankan Program KSS, Wali Kota akan Panggil 5 Rumah Sakit

Kepala Dinas Kesehatan Widoyono menunjukkan desain kartu semarang sehat (KSS) beberapa waktu lalu. Foto Metrosemarang/MS-13
Kepala Dinas Kesehatan Widoyono menunjukkan desain kartu semarang sehat (KSS) beberapa waktu lalu. Foto Metrosemarang/MS-13

SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyayangkan absennya lima rumah sakit dalam rapat koordinasi sosialisasi Kartu Semarang Sehat (KSS) di balai kota, Selasa (9/12) pagi tadi. Pemkot merencanakan akan mengundang secara khusus kelima rumah sakit tersebut agar bisa mendukung program pemerintah di bidang kesehatan ini.

Kegiatan yang diberikan kepada pimpinan rumah sakit dan puskesmas se-Kota Semarang ini, diketahui ada lima rumah sakit yang diduga menolak menjalankan program jaminan kesehatan bagi warga miskin tersebut.

Keberadaan lima rumah sakit yang menolak program KSS tersebut, ditunjukkan dengan ketidakhadiran mereka untuk memenuhi undangan rapat pertemuan sosialisai program KSS bersama wali kota. Kelima rumah sakit itu, antara lain RS Colombia Asia, Tlogorejo, Elizabeth, dan Hermina yang berada di Jalan Pandanaran dan daerah Pudak Payung.

Usai memberikan pengarahan dalam sosialisasi, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, pihaknya mengundang seluruh kepala rumah sakit baik swasta maupun milik pemerintah untuk mengikuti sosailisasi KSS ini. Pihaknya berharap seluruh rumah sakit dan puskesmas agar berkomitmen untuk melayani pasien warga Semarang pemegang kartu KSS.

‘’Ini adalah program untuk melayani masyarakat tidak mampu untuk memperoleh hak dasarnya yaitu kesehatan. Karena itu, kami sangat berharap semua rumah sakit dan puskesmas bersedia untuk mendukungnya,’’ katanya.

Hendi, panggilan akrab wali kota, pun menyayangkan masih adanya lima rumah sakit swasta yang tidak mendukung program pemerintah kota di bidang kesehatan ini. Pihaknya pun berencana, akan memanggil kelima pengelola rumah sakit tersebut dalam waktu dekat.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Widoyono berharap, kelima rumah sakit tersebut bisa bekerja sama dengan Pemkot menerapkan KSS lantaran lokasi mereka yang secara geografis terletak di Kota Semarang. “Secara khusus, Wali Kota akan mengundang rumah sakit yang tidak hadir pagi tadi,” ujar Widoyono.

Saat ini, sosialisasi KSS ke camat dan lurah masih gencar dilaksanakan Dinas Kesehatan. “Kami berharap, warga miskin yang sakit akan mendapatkan perawatan jalan dan berobat di Pukesmas dan seluruh jaringan rumah sakit kelas III di Semrang,” kata dia. (MS-13/ade)