Home > METRO BERITA > METRO JATENG > ‘Menteri Susi Ingin Tembak Mati Nelayan’

‘Menteri Susi Ingin Tembak Mati Nelayan’

METROSEMARANG.COM – “Menteri Susi ingin tembak mati nelayan,”. Hal tersebut berulang kali diungkapkan Supadi, seorang nelayan Rembang tatkala menggelar unjuk rasa untuk mendesak pencabutan Permen Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan No. 2-KP/2015 di Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (3/1).

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Ia menyayangkan tindakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang seenaknya menuduh alat cantrang merusak lingkungan, tanpa mau memikirkan dampak ekonominya bagi para nelayan.

“Dia tidak bicara sama nelayan, tapi lebih suka berdiskusi dengan cukong-cukong dan perusahaan perikanan,” ujar Supadi.

Padahal, kata Supadi, pelarangan cantrang kini membuat sebagian nelayan Pantura Rembang, bangkrut, bahkan banyak di antara mereka yang terpaksa melego kapalnya.

“Sekarang lima persen dari kapal yang kami punya di Rembang sudah dijual semua dengan harga seadanya. Karena Susi minta penggantian alat tangkap dengan harga mencapai miliran rupiah,” jelasnya.

Para nelayan sendiri kini terus mendesak kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan agar menjelaskan secara gamblang ihwal perpanjangan masa pemakaian cantrang selama enam bulan ke depan.

Ia pun mengakui bahwa pelarangan cantrang sejauh ini membuat para nelayan kolaps. Penggantian alat jaring pun butuh modal miliaran rupiah termasuk membeli mesin pendingin ikan hingga peralatan lainnya.

Ia mengkhawatirkan kebijakan Menteri Susi tersebut justru membuat dirinya kembali jadi nelayan tradisional. “Dampak terpuruknya nelayan seorang ditembak mati oleh pemerintah. Apalagi, penggantian cantrang sudah dilakukan puluhan tahun lalu dan memang tidak cocok buat kami,” kata nelayan asal Kampung Tanjungsari ini.

Saat ini, ratusan nelayan masih menggelar demontrasi di Jalan Pahlawan. Mereka bergerak dari Rembang naik tujuh truk dengan membawa berbagai spanduk mengecam pelarangan cantrang yang diberlakukan oleh Menteri Susi.

Para pendemo kini sedang berorasi di depan kantor Gubernur Ganjar Pranowo untuk meminta bantuan agar membantu pencabutan aturan itu. (far)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link