Home > METRO BERITA > Merampok di Sambiroto, ‘Celeng’ Ndlosor Didor

Merampok di Sambiroto, ‘Celeng’ Ndlosor Didor

Kombes Pol Djihartono menunjukkan samurai yang digunakan tersangka perampasan. Foto Metrosemarang/Fais UH
Kombes Pol Djihartono menunjukkan samurai yang digunakan tersangka perampasan. Foto Metrosemarang/Fais UH

SEMARANG – Polrestabes Semarang ternyata tak gertak sambal terkait pelumpuhan pelaku kejahatan dengan tembakan. Jika tidak percaya, tanyakan saja kepada Mujiono alias Celeng (21) warga Genuk Karanglo RT 01 RW 08, Tegalsari, Candisari, Kota Semarang.  Saat digelandang di Mapolrestabes Semarang, Selasa (26/8), pemuda yang bekerja sebagai tukang parkir itu meringis kesakitan lantaran lutut kanannya ditembus peluru.

Dia merupakan pelaku perampasan bersenjata tajam di depan Perum Sambiroto Baru Jalan Kedungmundu Raya Tembalang, Minggu (24/8) sekira pukul 01.00. Dalam aksi perampasan handphone tersebut Mujiono tak sendiri. Ia bersama Indratno alias Ompong (20) warga Rejosari Gumuk RT 04 RW 11, Rejosari, Semarang Timur. “Awalnya kami mabuk, lalu muter-muter, cari-cari (sasaran),” terang Mujiono.

Kedua tersangka tidak pernah menentukan daerah sasarannya. Yang pasti ketika ada pengendara terutama wanita melintas di jalan sepi langsung disergap. “Saya bawa samurai, saya taruh di balik celana,” ungkap pemuda yang saat beraksi menggunakan sepeda motor matic tersebut.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan, ulah pelaku semacam itu yang selama ini telah meresahkan masyarakat. “Mereka pakai samurai, itu sudah membahayakan. Oleh karena itu langsung ditembak kakinya saat ditangkap dinihari kemarin,” ujarnya.

Kasus tersebut masih terus dikembangkan kepolisian. Hal itu terkait dugaan adanya lokasi lain yang pernah menjadi sasaran tersangka.

Sebelumnya, perintah melumpuhkan pelaku kejahatan dengan ditembak diungkapkan Kombes Pol Djihartono. “Terutama pelaku perampasan. Jika melawan, bersenjata tajam, tembak. Itu perintah saya,” tegasnya kemarin. (les)