Home > METRO BERITA > Merawat Bayi Kelainan Jantung dengan Kartu BPJS

Merawat Bayi Kelainan Jantung dengan Kartu BPJS

METROSEMARANG.COM – Masih ingat dengan Mickael Josepine Haressananda, bayi dengan kelianan organ jantung berada di luar rongga dada (extra cardiac)? Saat ini, kondisi bayi malang tersebut kembali memburuk sehingga membutuhkan uluran tangan dari donatur.

Wakil Wali Kota Hevearita Rahayu saat menjenguk bayi Mickael Josepine, beberapa waktu lalu. Foto: metrosemarang.com/dok
Wakil Wali Kota Hevearita Rahayu saat menjenguk bayi Mickael Josepine, beberapa waktu lalu. Foto: metrosemarang.com/dok

Mickael yang lahir di RSUP Dr Kariadi pada 14 Oktober 2015 silam itu memang menderita sejak lahir. Kini, Mickael masih dirawat orangtuanya di rumahnya Jalan Ari Buana Nomor 35, Krobokan Semarang Barat. Katup jantungnya yang menggelantung diluar dada kini harus ditutupi dengan wadah pop ice agar tidak terinfeksi kuman.

Kesehatan Mickael kembali drop usai menjalani perawatan medis di RSCM Jakarta belum lama ini. Ngatmin Wirosuparto, sang kakek berujar bila kesehatan cucunya memburuk sekitar seminggu terakhir. Awalnya, sang cucu cuma sakit campak. Namun, lambat laun cucunya juga sering batuk.

“Dulunya cuma panas dan batuk-batuk, tapi setelah diperiksakam katanya kena radang paru-paru,” kata dia kepada metrosemarang.com, Kamis (15/9) pagi.

Saat ini, anak kesayangan pasangan Andreas Setiabudi (30), Agustin (28) itu harus bolak-balik menjalani rawat jalan ke RSUP Dr Kariadi. Tiap minggu, Mickael wajib kontrol tiga kali.

Namun, ia mengaku beruntung karena semua biaya rawat jalan Mickael kini telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan. “Bila ditotal ada sampai Rp 7 juta. Tapi puji Tuhan, semuanya sudah dicover BPJS dan itu sangat membantu kami,” ungkap Ngatmin lagi.

Ia pun merasa terbantu dengan pemberian BPJS Kesehatan yang mampu membantu pengobatan cucunya tersebut. Saat menjalani perawatan rujukan ke RSCM, ia mengaku juga difasilitasi oleh BPJS.

“Tapi enggak jadi dioperasi karena fisiknya belum kuat. Kata dokternya, baru bisa dioperasi kalau usianya sudah beranjak tiga tahun dengan bobot 10 kilogram. Padahal sekarang baru setahun dengan berat 7 kilogram,” terangnya.

“Kita selama pakai BPJS sangat membantu ongkos perawatannya baik selama di Jakarta maupun ketika di RSUD Ketileng. Tanpa (BPJS) kita jelas enggak mampu. Apalagi, ayahnya Mickael kerjanya masih honorer di Kantor Damkar Madukoro,” sambungnya.

Ia mengatakan perkembangan cucunya setelah pulang dari RSCM memang sangat lambat. Bahkan, hingga kini belum bisa berjalan. Akibatnya, hal itu mempengaruhi perkembangan tubuhnya.

“Napasnya sempat terengah-engah. Tapi kemarin saat ceck-up lagi ternyata jantungnya sudah membaik,” katanya.

Apapun kondisinya, Mickael merupakan titipan Tuhan yang harus disayangi dan dirawat sebaik mungkin. Ia mengatakan tak akan menyerah mencari donatur yang bersedia membantu biaya pengobatannya.

Ia berharap dapat bantuan asupan gizi agar berat badan cucunya membaik. “Makanya saya sekarang serba bingung,” ujarnya.

Sementara itu, Parna Humas RSUP Dr Kariadi membenarkan ihwal rawat jalan yang tengah dilakukan Mickael di rumah sakitnya. Ia juga menegaskan akan tetap merawat semaksimal mungkin hingga bayi malang itu pulih kembali.

“Kita akan bantu lewat biaya dari BPJS sebab apapun itu sedikit banyak BPJS mampu mengurangi beban biaya di rumah sakit,” tuturnya. (far)