Home > EXPLORE SEMARANG > Merunut Silsilah Keluarga dari Tumpukan Arsip-arsip Tua

Merunut Silsilah Keluarga dari Tumpukan Arsip-arsip Tua

METROSEMARANG.COM – Tatanan buku catatan kependudukan warga Kota Semarang sejak tahun 1982 terlihat rapi dalam beberapa lemari di ruang arsip Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang. Lembaran-lembaran kertas tua bertuliskan data kependudukan kondisinya sedikit rapuh namun masih terawat.

Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Toto Sumarno, penjaga arsip yang sudah merawatnya sejak 1999 lalu. Selama hampir 20 tahun, Totok sapaan akrabnya, rutin melakukan perawatan terhadap arsip-arsip tua tersebut.

“Ya cuman dikasih suntikan cairan injek itu, terus divakum, sama kita bersihin terus dikasih kapur barus,” ujar Totok menceritakan rutinitas menjaga arsip tersebut agar tetap terawat, Rabu (19/4).

Totok bukanlah orang yang berasal dari pendidikan kearsipan. Ia hanyalah lulusan SMA salah satu sekolah di Kota Semarang. Namun semenjak menjadi penjaga arsip sejak 1999 lalu, Totok paham betul bagaimana merawat dan menata arsip yang terus bertambah setiap harinya.

“Tapi ya agak bingung juga, soalnya ini gedungnya sedang direnovasi, yang tua masih belum ketata semua, yang baru setiap hari nambah,” tukasnya.

Hal tersebut yang kadang membuat dirinya bosan menjadi seorang penjaga arsip. Apalagi kondisi gedung saat ini yang hampir penuh dengan lembaran-lembaran arsip membuat Totok kewalahan menempatkan arsip-arsip tersebut.

Selain itu, ia juga harus mempelajari bahasa Belanda. Pasalnya beberapa kali ia pernah kedatangan tamu orang Belanda yang mencari arsip silsilah keluarga mereka. Selain kedatangan tamu, tulisan dalam buku arsip tahun 1828 semuanya tertulis dalam bahasa Belanda.

Sementara, Kepala Disdukcapil Kota Semarang Mardiyanto mengatakan saat ini arsip-arsip tua tersebut sedang dalam proses digitalisasi. Hal tersebut dilakukan guna mempermudah dalam pencarian data saat dibutuhkan.

“Namun kita tetap menjaga arsip yang konvensional, soalnya itu juga mempunyai nilai sejarah juga,” katanya. (fen)