Home > Berita Pilihan > Minat Masyarakat Meningkat, Layanan Balik Nama Gratis Diperpanjang sampai Februari 2017

Minat Masyarakat Meningkat, Layanan Balik Nama Gratis Diperpanjang sampai Februari 2017

METROSEMARANG.COM – Meningkatnya minat masyarakat untuk melakukan pemutihan bea balik nama (BBN) membuat pemerintah memperpanjang tenggat waktu program tersebut hingga Februari 2017 mendatang.

Menurut Kombes Pol Heru Sukoco, Dirlantas Polda Jateng, pembebasan BBN kini mampu mendongkrak pendapatan pajak yang tengah digencarkan oleh pemerintah pusat. “Walau akan berakhir pada 30 Desember besok tapi programnya diperpanjang sampai pertengahan Februari tahun depan,” katanya saat ditemui wartawan, Kamis (29/12).

Program bea balik nama gratis akan diperpanjang sampai Februari 2017. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Kendati demikian, petugasnya kini dibantu pegawai dealer karena kewalahan melayani cek fisik kendaraan bermotor dan mobil. Saat ini, ia menyebut sudah ada ribuan kendaraan yang telah melakukan balik nama.

“Saya memperkirakan hampir satu juta orang yang memanfaatkan balik nama gratis di tiap daerah, namun kami tetap menerjunkan personel untuk mengawasi cek fisik di tiap Kantor Samsat,” jelasnya.

Sementara itu, Muhammad Suhariyanto, pemohon balik nama asal Lampersari Semarang mengaku lega dapat memanfaatkan balik nama gratis pada penghujung tahun ini. Ia sendiri pada hari ini sibuk mengurus balik nama mobil kesayangannya yang barusan dibeli dari Kudus.

“Ini sangat membantu karena tidak dipungut biaya sama sekali, termasuk ongkos administrasinya juga,” ungkapnya.

Ia berharap program pembebasan balik nama ini dapat digelar tiap tahun. Sehingga, selain meningkatkan pendapatan pajak kendaraan, juga meringankan beban masyarakat.

Ia pun hanya butuh empat minggu untuk mutasi mobilnya. Menurutnya, ini lebih singkat bila dibanding kondisi normal yang memakan waktu sampai berbulan-bulan.

Agus Hermanto, seorang pemohon balik nama lainnya menganggap tenggat waktu pengajuan balik nama terlampau mepet. Akibatnya, banyak petugas Samsat maupun Polda Jateng yang kelimpungan, bahkan terpaksa bekerja hingga larut malam.

“Seharusnya pemerintah menyusun program ini dengan matang biar warga dapat leluasa memanfaatkan layanan ini,” terangnya.  (far)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link