Home > METRO BERITA > Minim Peserta Didik, Ini Kekhawatiran Orangtua Siswa SD Bugangan 01

Minim Peserta Didik, Ini Kekhawatiran Orangtua Siswa SD Bugangan 01

METROAEMARANG.COM – Minimnya peserta didik di SD Negeri Bugangan 01 ternyata juga membikin orangtua siswa merasa was-was. Mereka khawatir sewaktu-waktu dilakukan penggabungan dengan sekolah lain yang lokasinya lebih jauh.

Sebelumnya Siti Nurkholifah tidak menduga bahwa hanya ada tujuh siswa saja termasuk anaknya yang terdaftar sebagai siswa baru di SDN Bugangan 01. Warga Mlatiharjo 3 ini juga baru tahu jumlah tersebut usai anaknya resmi diterima.

Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri
Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Tetapi meski demikian, ia mengaku tidak menyesal memasukkan anaknya, Andika ke SDN Bugangan 01. Lokasinya yang tidak terlalu jauh serta status negeri menjadi salah satu alasan dia memercayakan pendidikan buah hatinya di sekolah tersebut “Ya tidaklah, masa menyesal. Memang anaknya ingin sekolah di sini,” ungkap Nurkholifah kepada metrosemarang.com, Rabu (20/7).

Rob yang terus menggenang SD juga nampaknya bukan masalah baginya. Ia akui memang rob seperti sudah menjadi bagian wilayah Semarang Timur. Lebih jauh, menurut Nurkholilah dengan jumlah siswa yang sedikit justru akan lebih efektif dalam pembelajaran. Menurutnya guru akan memiliki waktu lebih banyak untuk bisa mengajari siswa satu persatu.

Hal senada juga diungkapkan oleh Siti Choiriyah, kepala sekolah SDN Bugangan 01. Ia mengaku banyak orangtua siswa yang mengadu padanya. “Orangtua pada seneng ya karena anak-anak sedikit maka bisa lebih intensif,” ungkap Siti Choiriyah.

Namun, tetap saja ada kekhawatiran yang dirasakan orangtua siswa maupun para pendidik. Dengan kuota 40 siswa, sedangkan jumlah peserta didik kelas 1 hanya tujuh orang, Choiriyah menyebut tak menutup kemungkinan bakal dilakukan penggabungan dengan sekolah lain.

Hingga saat ini pun ia belum tahu bagaimana ke depannya. Tetapi ia menegaskan proses belajar mengajar akan berjalan sebagaimana mestinya. “Saya hanya pelaksana saja, tapi kegiatan belajr mengajar akan tetap berlangsung semaksimal mungkin,” pungkas Siti Choiriyah. (vit)