Home > METRO BERITA > Minim Sosialisasi, Banyak Pengendara Langgar Jalur Searah di MT Haryono

Minim Sosialisasi, Banyak Pengendara Langgar Jalur Searah di MT Haryono

METROSEMARANG.COM – Sejumlah pengendara motor maupun mobil pagi ini, Kamis (5/1), kedapatan melanggar aturan jalur searah yang diterapkan oleh Dishubkominfo Kota Semarang di simpang empat Jalan MT Haryono.

Penerapan jalur searah di Jalan MT Haryono. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Wiwik Ernawati, seorang pemotor yang melintas di jalur searah Jalan MT Haryono mengaku tak tahu bila hari ini terdapat aturan jalan searah di lokasi tersebut. “Ya enggak tahu, lha wong dari perempatan lampu merah Bangkong ndak lihat rambu-rambu larangannya kok,” kata Wiwik kepada metrosemarang.com.

Pantauan di lokasi beberapa mobil juga kecele saat melintasi jalur searah di MT Haryono. Seorang pengemudi taksi yang telanjur tancap gas bahkan terpaksa balik kanan karena dicegat oleh petugas di ujung Jalan MT Haryono.

“Tolong putar balik, Pak. Di sini jalannya searah,” pinta Bripka Fuad Ali Rizal, seorang petugas Satlantas Polrestabes Semarang.

Fuad harus berulang kali menghalau mobil-mobil dan sepeda motor yang kecele saat lewat di jalur searah tersebut. Ia menyebut jumlah pelanggar lalu lintas meningkat drastis saat lajur searah diterapkan di jalan raya tersebut.

“Masih banyak pelanggaran karena pengguna jalan belum tahu soal aturan ini. Saya rasa sosialisasinya masih kurang sehingga banyak warga yang terpantau melanggar jalan dua arah,” kata Fuad.

Ia mengatakan peraturan jalan searah itu diterapkan 24 jam nonstop mulai pukul 00.00 WIB. Pihaknya akan mengevaluasi aturan ini bila ada keluhan dari masyarakat.

Sejauh ini arus lalu lintas di sepanjang Jalan MT Haryono hingga depan SMA Sedes dan perempatan Bangkong lebih lancar. Pengguna jalan tak lagi terjebak macet saat lewat depan SMA Sedes dan pusat perkantoran di lokasi itu. “Lebih lancar dan lebih longgar,” katanya.

Potensi kemacetannya pun lebih rendah. Meski begitu, masih ada pemotor yang nekat memotong lajur kanan dari arah gang Jalan Wonodri yang hendak menuju Peterongan.

“Ini tadi saya disuruh nanya ke petugas Dishub apakah boleh memotong belok kanan kalau mau ke Peterongan. Soalnya saya dari gang Wonodri kalau mau melanggar nanti kena denda,” kata Ari, seorang tukang parkir.

Mendapat keluhan tersebut, Fuad menegaskan tak boleh memotong jalan bila ingin ke Peterongan. “Dari arah Wonodri kalau mau ke Peterongan dilarang memotong belok kanan. Kami nanti akan memasang rambu larangan lagi di dekat gang tersebut,” tandasnya. (far)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link