Home > METRO BERITA > Minta Diturunkan, Penumpang Ini Ditonjok Kru BRT

Minta Diturunkan, Penumpang Ini Ditonjok Kru BRT

METROSEMARANG.COM – Seorang penumpang bus rapid transit (BRT) Trans Semarang Budiyono (53) warga Ungaran, Kabupaten Semarang melapor ke Polrestabes Semarang setelah dirinya menjadi korban pemukulan salah satu petugas BRT. Akibatnya, dia mengalami luka di kepala.

Ilustrasi
Ilustrasi

Saat itu, BRT Koridor II Rute Ungaran-Terboyo dalam keadaan penuh penumpang mengalami gangguan mesin di daerah Ngresep Tembalang Semarang, Sabtu (30/7) siang. Petugas pun terpaksa menurunkan penumpang agar pindah ke armada lain yang akan melintas berikutnya.

“Di halte Ngresep, semua penumpang diminta untuk turun, karena bus katanya mengalami gangguan kerusakan,” kata Budiyono saat memberi keterangan ke petugas SPKT Polrestabes Semarang, Sabtu (30/7).

Budiyono yang akan melaksanakan ziarah ke suatu makam di daerah Kaligawe bersama istri dan keponakannya pun turun dan hendak naik armada yang akan melintas lagi. Saat satu armada datang, ia sempat masuk. Namun, lagi-lagi dia diminta keluar karena bus sudah dalam keadaan penuh.

“Saat itu saya mau turun, tapi belum semua badan saya keluar, pintu sudah menutup. Karena terjepit saya teriak dan menggedor kaca pintu,” katanya.

Berawal dari kejadian itulah diduga menyulut emosi antara dia dan petugas BRT. Sempat adu mulut, Budiyono dihantam kepalan tangan salah satu petugas BRT hingga kepala bagian dahi mengalami luka robek hingga berdarah. Tak trima, ia kemudian melakukan pengobatan ke RSUP Dr Kariadi dan melakukan laporan tindak pemukulan tersebut. (din)