Minta Pasar Tak Dibongkar, Pedagang Rejomulyo Bakal Ajukan Kasasi

METROSEMARANG – Para pedagang Pasar Rejomulyo atau Pasar Kobong meminta Pemerintah Kota Semarang mempertimbangkan lagi rencana memutus sambungan jaringan listrik dan membongkar bangunan pasar. Pasalnya pedagang masih akan melakukan upaya hukum kasasi.

pasar kobong
Pasar Rejomulya lama yang akan segera dibongkar. (foto: metrosemarang.com/Masrukhin Abduh)

Sebelumnya hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Surabaya menolak upaya banding para pedagang atas perintah untuk pindah ke pasar yang baru. Dinas Perdagangan kemudian berencana segera merelokasi para pedagang ke pasar yang baru. Dinas memberi batas waktu untuk pindah hingga 2 Mei mendatang.

Selain itu, dinas telah menjadwalkan pada 3 Mei akan memutus sambungan listrik di pasar grosir ikan basah tersebut. Setelah itu akan dilanjutkan dengan pembongkaran bangunan pasar oleh Bagian Aset Pemkot Semarang.

Ketua Bidang Advokasi Hukum Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Kota Semarang, Zaenal Abidin mengatakan, pemkot harus mempertimbangkan lagi rencana tersebut. Dalam mengambil kebijakan pemutusan listrik dan pembongkaran itu pemkot harus mempertimbangkan berbagai aspek.

‘’Terutama aspek kemanusiaan, mereka itu sudah berjualan cukup lama. Tempat berjualannya juga memiliki sejarah yang tinggi, dan nilai ekonomi yang tinggi. Jangan sampai kebijakan itu mengganggu perekonomian di pasar ikan,’’ katanya, Senin (23/4).

Selain itu, meski upaya banding telah ditolak PTTUN masih ada upaya hukum yang bisa dilakukan oleh para pedagang. Karena itu, pemkot harus memberikan kesempatan ke pedagang untuk melakukan upaya hukum lagi yaitu Kasasi.

‘’Soal upaya hukum Kasasi ini ditangani oleh LBH Semarang. Yang jelas, Pasar Kobong ini merupakan pasar grosir ikan basah pertama di Kota Semarang. Bahkan sekarang termasuk grosir ikan segar terbesar kedua di Indonesia. Jadi mohon Pak Walikota untuk mempertimbangkan hal ini,’’ katanya. (duh)

You might also like

Comments are closed.