Home > Berita Pilihan > Miras Oplosan Renggut Dua Nyawa di Kendal

Miras Oplosan Renggut Dua Nyawa di Kendal

METROSEMARANG.COM – Sepasang remaja di Kendal tewas diduga keracunan minuman keras oplosan. Keduanya menghembuskan napas terakhir pada Senin (21/11) pagi setelah menjalani perawatan selama dua hari di RSUD Dr Soewondo Kendal.

Foto: metrojateng.com
Foto: metrojateng.com

Kedua korban diketahui bernama Endang Wahyu Setyowati (16) dan Wahyu Kiswanto (19) warga Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kota Kendal. Korban disinyalir menenggak miras oplosan pada Sabtu (19/11). Keesokan harinya pada Minggu (20/11) sekitar pukul 16.00 Endang merasakan mual-mual dan langsung dibawa ke RSUD Dr Soewondo, sedangkan Wahyu Kiswanto pukul 19.00.

Namun, setelah menjalani perawatan, nyawa keduanya tidak tertolong. Endang meninggal pada Senin dinihari sekitar pukul 00.30 dan Wahyu Kiswanto menghembuskan napas terakhirnya sekitar lima jam kemudian. Kedua korban tetangga satu RT dan rumahnya saling berhadap-hadapan.

Salah seorang tetangga korban, Eko Kismawan, mengatakan, pada Minggu setelah Magrib, dirinya diundang orang tua Wahyu karena anaknya mengeluh mual dan sesak napas. Eko lalu menyarankan orang tua korban untuk membawanya ke rumah sakit.

”Saya tidak tahu persis penyebab kematiannya. Memang korban pernah minum miras. Namun, penyebab kematian kedua korban apakah karena miras saya tidak tahu,” katanya di sela-sela proses pemakaman Wahyu Kiswanto, Senin (21/11).

Ninik Andarwati, orang tua Endang, mengaku tidak tahu penyebab kematian anak gadisnya tersebut. Sewaktu musibah terjadi, dirinya ada di Semarang. Sementara Endang tinggal dengan neneknya bernama Sri Maryati.

Ninik mendapat kabar dari orang tuanya, jika Endang mengeluh mual-mual. ”Saya langsung pulang ke Kendal. Endang saya bawa ke rumah sakit sekitar pukul 16.00. Namun, akhirnya meninggal tengah malam,” tutur dia.

Dirinya juga tidak tahu penyebab kematian sang buah hati. ”Namun, menurut keterangan dokter, Endang meninggal karena racun yang sudah menjalar di tubuhnya,” tambahnya.

Ketua RT 3 RW 4, Sukoco, menyatakan, tidak tahu apakah korban sempat menenggak miras, termasuk berapa orang yang minum-minum. Dia juga mendapat laporan dari orangtua Wahyu jika anaknya mengeluh mual dan sesak napas. Saat itu Wahyu masih sadar, tetapi yang bersangkutan hanya diam saat ditanya apakah menenggak minuman keras oplosan atau tidak.

”Orang tua korban mengira anaknya hanya sesak napas. Namun, akhirnya Wahyu dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Namun, jiwanya tidak tertolong,” ujarnya. (metrojateng.com/MJ-01)