Home > METRO BERITA > METRO GAYA > misteri > Misteri Gadis Berkebaya Hijau Penunggu Deliksari

Misteri Gadis Berkebaya Hijau Penunggu Deliksari

image

KAMPUNG Deliksari selama ini dikenal sebagai kawasan rawan bencana karena struktur tanahnya yang labil. Kondisi itu tak mengurangi kenyamanan masyarakat setempat untuk bermukim di salah satu bagian Kelurahan Sukorejo ini. Tapi, di balik perkembangan Deliksari hingga menjadi perkampungan padat penduduk, terselip kisah misteri yang mungkin sampai saat ini tak banyak diumbar ke media.

Seperti diceritakan Yoko (55) warga setempat, di awal terbentuknya Kampung Deliksari, wilayah ini didominasi semak belukar dengan pepohonan yang lumayan banyak. Pria yang bermukim pada awal 90an ini menuturkan, saat dirinya pertama kali datang ke Deliksari, lokasi tersebut baru dihuni sekitar 50 KK.

“Masih sepi, apalagi wilayahnya juga cukup luas,” kata dia, saat ditemui Metrosemarang.com, belum lama ini.

Lampu penerangan juga belum sebenderang sekarang. Pun dengan pemenuhan kebutuhan air bersih. Dulu, belum ada program pipanisasi. Warga harus ngangsu di sebuah belik (sendang kecil-red)  yang terletak di ujung kampung. Di belik itulah Yoko menemui pengalaman mistis yang masih melekat sampai saat ini.

Saat itu, dia bermaksud mengisi tandon airnya yang sudah mulai mengering dan mendatangi belik sambil membawa beberapa ember. “Sekitar jam 12an siang, tapi suasananya memang cukup sepi,” tuturnya.

Kebetulan Yoko hanya seorang diri ngangsu di sumber air bersih tersebut. Semula, tak ada yang aneh dengan sekelilingnya. Satu ember sudah terisi penuh. Saat menunggu ember kedua terisi air, tiba-tiba mata Yoko menangkap sosok asing melintas tak jauh dari lokasinya berdiri.

Perempuan. Ya, sosok itu berwujud perempuan yang tiba-tiba saja memaksa Yoko untuk tak berkedip melihatnya. Sekilas, sosok ini memang seperti orang pada umumnya. Tapi, dia tidak berjalan di atas tanah, melainkan melayang!

Sontak, Yoko pun mulai dihinggapi ketakutan. Kakinya seolah terpaku di tanah. Dia tak mampu beranjak dari tempatnya berdiri. “Saat itu, saya coba untuk tidak melihat, tapi mata seperti dipaksa untuk melihat perempuan itu,” akunya.

Sekitar 10 detik, Yoko harus menyaksikan pemandangan gaib di depan matanya. Bahkan, perempuan itu sempat menoleh ke arah dirinya. “Wajahnya meski tidak begitu jelas, kelihatannya masih cukup muda. Sekitar 25-30 tahun. Rambutnya panjang terurai. Dia pakai kebaya warna hijau muda dan bawahannya seperti jarik,” lanjut Yoko, yang mengaku masih kerap merinding jika mengingat peristiwa itu.

Tak ada komunikasi di antara dua makhluk berbeda alam ini. Setelah perempuan itu menghilang dari pandangannya, kaki-kaki Yoko yang semula terasa berat, seketika bisa bergerak. Saat itu juga, dia berlari sekuat tenaga meninggalkan belik dan ember-ember yang sudah terisi air. “Saya tak peduli, yang penting bisa meninggalkan tempat itu secepatnya,” lanjutnya.

Dia mencoba berbagi cerita dengan beberapa tetangga dekatnya tentang perempuan berkebaya hijau yang pernah dilihatnya. Tapi, tak satupun yang pernah ditemui. Berdasarkan keterangan yang dia peroleh dari seorang paranormal, konon sebelum terbentuk Kampung Deliksari, dulunya ada dua makam yang berada di sekitar belik.

“Lokasi pastinya tidak tahu persis. Katanya ada dua makam, pasangan,” ujar Yoko.

Peristiwa gaib yang terjadi pada Yoko tersebut, konon juga sempat dialami beberapa warga, meski dengan penampakan yang berbeda. Tapi, seiring bertambahnya penghuni Kampung Deliksari, sosok gadis berkebaya hijau muda itu tak pernah lagi terlihat. Namun, siapa sebenarnya sosok tersebut dan hubungannya dengan Kampung Deliksari, sampai saat ini masih menjadi misteri. (*)