Home > METRO BERITA > Misteri Mistis Tugu Suharto: Antara Pak Harto dan Buaya Putih

Misteri Mistis Tugu Suharto: Antara Pak Harto dan Buaya Putih

image

Di Semarang, nama Tugu Suharto populer dikaitkan dengan ritual kungkum atau berendam di sungai saat malam menjelang tanggal 1 Muharram atau 1 Suro. Ritual ini mengacu pada apa yang pernah dilakukan mantan Presiden Soeharto pada saat ia masih berdinas militer di Jawa Tengah.

Konon, pada malam-malam tertentu Soeharto berendam semalam suntuk di tempuran (pertemuan dua aliran sungai Kaligarang) yang terletak di kelurahan Bendan Ngisor Kecamatan Gajah Mungkur ini. Sebagai penganut Kejawen, mendiang Soeharto percaya bahwa laku spiritualnya ini akan membawa kemuliaan. Entah kebetulan atau tidak, beberapa tahun kemudian Soeharto berhasil menjadi orang nomor satu di Indonesia. Bahkan berkuasa hingga 32 tahun lebih sebelum lengser pada tahun 1998.

Menurut cerita warga sekitar orang-orang yang beritual kumkum di sungai yang mengalirkan aliran sumber air dari ungaran ke muara laut untuk mendapatkan keberkahan tertentu. Misalnya membersihkan jiwa sebagai syarat menerima ilmu linuwih. Bahkan juga sebagai praktik ritual mengasah ilmu yang dimilikinya. Warga juga percaya jika sungai tersebut dijaga makluk gaib berwujud buaya putih.

Menurut versi lain , Tugu Soeharto dibangun sebagai tanda ‚Äúterimakasih” Pak Harto yang selamat dari berondongan tembakan tentara Belanda, setelah bersembunyi dibalik batubesar di sungai kaligarang. (*)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link