Home > METRO BERITA > METRO GAYA > misteri > Misteri Wanita Tanpa Kepala di Turunan Silayur

Misteri Wanita Tanpa Kepala di Turunan Silayur

Jpeg

SAAT itu sekitar pukul 20.00, di pertengahan tahun 2012, Santi sedang dalam perjalanan menggunakan motor seorang diri menuju kota Semarang, dari rumahnya di Boja Kendal.

Namun sesampainya di turunan Silayur Ngaliyan Semarang, ia dikagetkan dengan penampakan sosok tubuh wanita tanpa kepala menyeberang dari sisi kanan ke sisi kiri jalan. Ia pun tercengang dan menghentikan motornya sesaat, memandang sosok tersebut dengan ketakutan.

Sekilas adalah kisah menyeramkan  yang diceritakan Kawiyatun(62) ,warga Pengilon Ngaliyan Semarang, tentang keponakannya Santi yang pernah mengalami kejadian mistis di turunan Silayur.

Menurut Mbah kawi, awalnya Santi tidak memiliki firasat apapun sebelum pergi dari rumah. Ia hanya merasa aneh karena diwaktu yang belum begitu malam, jalan sepi, dan tidak ada yang melintas.

“Setelah dia tidak sengaja melihat sosok tersebut, dia datang ke rumah, lalu cerita sambil menangis,” ujar Mbah Kawi kepada metrosemarang.com Kamis (10/12) malam.

Menurut Mbah Kawi, t

urunan Silayur memang dikenal sebagai salah satu lokasi yang angker. Tak jarang kejadian mistis dan mengerikan sering terjadi di tempat tersebut, seperti kemunculan sosok tubuh wanita tanpa kepala, pocong hingga suara-suara tangis.

“Orang-orang percaya, sosok wanita tanpa kepala itu si Ranem,” kata Kawi.

Diceritakannya, menurut masyarakat, Ranem adalah nama seorang wanita yang dulunya tewas dibunuh dan jasadnya ditemukan di sekitar turunan tersebut. Ia ditemukan dalam kondisi dimutilasi dengan Kepala terpotong dari tubuhnya.

“Kejadian itu¬† di tahun 80an, sampai saat ini hantunya kadang masih memunculkan diri ke pengguna jalan yang melintas, ” imbuh wanita pemilik warung makan nasi belut tersebut.

Tidak hanya itu, turunan yang berjarak sekitar 200 meter dari perumahan Permata Puri Semarang itu memang dikenal sebagai turunan maut. Banyak sekali insiden kecelakaan yang merenggut korban jiwa terjadi di turunan tersebut. Selain itu, adanya dua pohon Randu besar di ujung bawah turunan, menambah kengerian pengendara yang melintas di saat malam. (Ilyas Aditya)