Home > METRO BERITA > Mobil Penjemput Turis di Tanjung Emas Tak Ramah Disabilitas

Mobil Penjemput Turis di Tanjung Emas Tak Ramah Disabilitas

METROSEMARANG.COM – Sejumlah turis asing mengeluhkan mobil penjemput yang disediakan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, yang tidak ramah terhadap kaum penyandang disabilitas. Keluhan itu muncul tatkala ratusan turis asing dari Amerika Serikat tiba di dermaga penumpang Tanjung Emas, pada Jumat pagi (10/11).

Ratusan turis mancanegara mendarat di Pelabuhan Tanjung Emas, Jumat (10/11) pagi. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Ini saya membawa dua turis yang memakai kursi roda untuk mengikuti city tour keliling Semarang, tetapi mereka mengeluh kalau tangga akses disabilitas yang disediakan di mobil penjemputnya terlalu tinggi. Mereka kerepotan kalau mau masuk mobil,” ungkap Suharno, seorang pemandu wisata yang kerap mangkal di Pelabuhan Tanjung Emas kepada metrosemarang.com.

Ia mengaku sudah melayangkan protes kepada pihak pelabuhan untuk mengganti mobil penjemput turis tersebut. Ia pun telah meminta agar mobil Gran Max yang tersedia harus diganti dengan bodi yang lebih pendek.

“Kami menyayangkan atas pelayanan yang ada di pelabuhan. Dua turis saya sampai kebingungan mau pakai mobil apa lagi,” kata Suharno.

Sedangkan, Mas Yolla Imareta Santosa, Asisten Manager Pelayanan Terminal Penumpang Tanjung Emas menjelaskan, jumlah turis yang merapat ke pelabuhannya pagi ini mencapai 932 orang. Ratusan turis itu naik kapal SS Rotterdam yang bertolak dari Pelabuhan Singapura dan mampir di Tanjung Emas pukul 08.00 WIB pagi tadi.

Meski ombak Laut Jawa sempat meninggi, namun ia menyebut jika SS Rotterdam mampu bersandar dengan mulus di Tanjung Emas tepat waktu. “Selanjutnya kapal berangkat lagi ke Tanjung Benoa Bali nanti malam pukul 20.00 WIB,” ujarnya.

Para turis kemudian diajak keliling wisata Semarang dan sebagian lainnya berkunjung ke Candi Borobudur. “Tujuan wisatanya ke Borobudur, Kota Lama, Sam Poo Kong dan Lawang Sewu. Turis yang tiba pagi ini berasal Amerika Serikat, Cina dan sebagian lagi dari Eropa,” tuturnya.

Seperti biasanya, ratusan turis itu disambut tarian tradisional khas Semarangan dan live musik yang difasilitasi Dinas Kebudayaan Jateng. Untuk saat ini, tren kunjungan turis ke Semarang relatif stabil bila dibanding tahun lalu. Jumlah kapal pesiar yang bersandar ada 19 unit.

“Besok Senin dan tanggal 17 November masih ada kunjungan lagi. Kita ajak Kemenpar untuk menarik wisatawan berkunjung ke Semarang,” kata Yolla. (far)