Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Mobil Pikap Dirazia, Penumpang Diturunkan Paksa

Mobil Pikap Dirazia, Penumpang Diturunkan Paksa

METROSEMARANG.COM – Sejumlah penumpang mobil pikap terpaksa harus turun dan berjalan kaki saat anggota Polres Kendal menggelar Operasi Zebra Candi, Jumat (18/11) pagi. Razia tersebut juga berhasil menjaring beberapa kendaraan dinas milik Pemkab Kendal yang kedapatan melakukan pelanggaran.

Polisi memaksa penumpang mobil pikap untuk turun saat menggelar Operasi Zebra Candi di Kendal, Jumat (18/11). Foto: metrojateng.com
Polisi memaksa penumpang mobil pikap untuk turun saat menggelar Operasi Zebra Candi di Kendal, Jumat (18/11). Foto: metrojateng.com

Polisi dengan tegas memaksa seluruh penumpangnya turun, karena membahayakan dan melanggar peraturan. Bahkan petugas sempat emosi karena penumpang tidak bergeming tetap naik ke mobil bak terbuka ini.

Petugas meminta penumpangnya untuk pulang dengan jalan kaki atau menggunakan angkutan umum, sementara sopir kendaraan bak terbuka ini diberi pengarahan dan ditilang.

Tidak hanya menghentikan dan memaksa turun penumpang mobil bak terbuka, kendaraan dinas milik Pemerintah Kabupaten Kendal banyak yang terkena tilang karena melakukan pelanggaran lalu lintas. “STNK motor dinas saya tertinggal, lupa kemarin habis pergi masih di tas yang satunya,” ujar Miqdar salah seorang guru honorer yang menggunakan motor berplat merah.

Sementara banyak pengendara sepeda motor yang memilih menghindar dan memutar arah karena takut ditilang. Bahkan banyak pengendara sepeda motor yang sengaja menepikan kendaraanya dan pura-pura parkir. Namun petugas tetap memeriksanya dan menindak pengendara sepeda motor yang tidak membawa surat lengkap.

Kanit Diyaksa Satlantas Polres Kendal, IPDA Imam Sofyan mengatakan seluruh kendaraan yang melanggar aturan akan ditindak. “Dalam operasi zebra kali ini petugas tetap akan melakukan pembinaan namun jika tetap membandel langsung dikenakan tilang,” katanya.

Razia dalam rangka Operasi Zebra Candi 2016 ini akan dilaksanakan selama 14 hari sejak Rabu (16/11). Polres Kendal akan melakukan giat operasi di sejumlah titik untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas yang berdampak pada kecelakaan lalu lintas. (metrojateng.com/MJ-01)