Home > METRO BERITA > Motif Cinta Segitiga jadi Pemicu Pembunuhan Juru Parkir Kranggan

Motif Cinta Segitiga jadi Pemicu Pembunuhan Juru Parkir Kranggan

METROSEMARANG.COM – Emosi Ridwan alias Wawan (23) tak terkendali manakala niatnya meminta maaf justru ditanggapi dengan sabetan senjata tajam oleh Dona Arianto alias Adi. Motif cinta segitiga diduga menjadi pemicu peristiwa berdarah yang menewaskan juru parkir di Jalan Wakhid Hasyim Kranggan pada Sabtu (17/12) malam.

Ilustrasi

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji mengatakan, tersangka Wawan berhasil ditangkap setelah sempat kabur ke Sragen pada Rabu (21/12) dinihari kemarin. Dia mengungkapkan, kasus ini dilatarbelakangi cinta segitiga karena tersangka diketahui menjalin hubungan gelap dengan istri korban.

“Pelaku awalnya memiliki hubungan gelap dengan istri korban. Kemudian pada saat kejadian itu tersangka bermaksud ketemu dengan korban untuk menyampaikan permintaan maaf. Namun ketika bertemu dengan korban langsung disambut sabetan senjata tajam,” katanya saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Kamis (22/12).

Sabetan senjata korban sempat mengenai telinga tersangka. Namun, Wawan berhasil merebut senjata tersebut dan berganti menyerang korban.

“Jadi senjata tajam adalah milik korban kemudian bisa direbut tersangka. Senjata tajam inilah yang akhirnya menghabisi nyawa korban,” imbuhnya.

Adi, warga Gedung Batu Semarang Barat tewas dengan tiga luka tusukan di bagian dada sebelah kanan, pinggang kanan dan paha.

Sementara, Wawan warga Dadapsari Semarang Utara mengakui jika dirinya mengenal istri korban. Namun dia bersikeras bahwa hubungan itu hanya sebatas rekan kerja. Mereka pernah sama-sama bekerja sebagai cleaning servis Holi Stadium di Semarang Barat, sekitar 5 tahun silam.

Menurut Wawan, permasalahan itu juga sudah diselesaikan secara kekeluargaan. “Masalah itu sudah 5 tahun lebih. Saya juga nggak tahu dia (korban) masih ngincim (dendam). Saya juga tidak pernah pacaran sama istrinya,” urainya.

Akibat perbuatannya, tersangka bakal dijerat pasal 338 KUHPidana atau Pasal 351 ayat 3 KUHPidana. Sedangkan dua rekannya masih berstatus sebagai saksi. (fen)