Home > METRO BERITA > METRO KAMPUS > MPR Kembali Ingatkan Pentingnya GBHN

MPR Kembali Ingatkan Pentingnya GBHN

METROSEMARANG.COM – Badan Pengkajian MPR RI terus menggelar sosialisasi terkait Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Kali ini giliran Fakultas Ilmu Politik (Fisip) UIN Walisongo yang digandeng untuk membahas urgensi dari dihidupkannya GBHN. Bersama puluhan akademisi dari UIN Walisongo dan Undip, digelar Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Santika Semarang, Kamis (16/3).

Foto:metrosemarang.com/yulikha elvitri

Mujiburahman, anggota MPR RI menuturkan, bangsa Indonesia butuh sebuah haluan bagi negara sebesar Indonesia. Kembalinya perencanaan model GBHN menurutnya merupakan gagasan yang sangat penting karena suatu negara harus punya haluan.

“Haluan ini menjadi penjaga dan penentu arah kemana negara akan pergi,” bebernya.

Bahkan menurutnya perbedaan visi misi dari pimpinan pusat dan daerah merupakan salah satu dosa akademisi. Pasalnya para akademisi inilah yang membuat visi misi dari para bupati dan pemimpin lainnya.

“Mereka yang njait ini yang tahu bupati tidak tahu, makanya itu perlu ada haluan,” tegasnya.

Sementara itu, Prof Yos Johan Utama, Rektor Undip yang juga keynote speaker justru mempertanyaan kesiapan dari MPR untuk menghidupkan kembali GBHN. Menurutnya dulu sejarah GBHN cukup panjang dan tidak secara gamblang dijelaskan.

Hal tersebut menurutnya lantaran dulu GBHN sudah ditiadakan dan kini ingin dihidupkan lagi. Ia mengibaratkan semisal tembok yang dihancurkan tanpa diketahui tujuan dibangunnya tembok itu oleh si penghancur tadi.

Hal tersebut juga diungkapkan oleh Wakil Rektor I UIN Walisongo Musahadi. Menurutnya akan percuma sama meskipun GBHN kembali dihidupkan tapi persoalan lain tidak dibenahi.

“Demokrasi kita kam sebatas prosedural saja, artinya pemilu tidak bisa menghadirkan sosok pemimpin yang diharapkan,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Mujiburrahman menegaskan jika urgensi GBHN telah cukup dibahas dan memang saat ini negara butuh haluan yang akan jadi pedoman bagi bangsa.

“Tahun ini kami fokus pada siapa yang akan merumuskan dan memutuskan hal tersebut (GBHN), dan tentu saja sangat urgen karena negara sebesar Indonesia butuh haluan,” tandasnya. (vit)