Home > METRO BERITA > Sosialita > Mufidatun Ni’mah, Tertantang jadi Wartawan

Mufidatun Ni’mah, Tertantang jadi Wartawan

BELAJAR di dalam kelas bagi Mufidatun Ni’mah tidaklah cukup memberi bekal pada mahasiswa. Perlu pengalaman lapangan sebagai bagian dari praktik teori dalam kelas. Seperti praktik menjadi seorang wartawan sebagai bagian dari kegiatan akademik.

Foto: metrosemarang.com/dok pribadi
Foto: metrosemarang.com/dok pribadi

Pengalaman belajar menjadi seorang wartawan selama satu bulan baginya sangat memberikan manfaat. Ia mengaku, awalnya melihat cara kerja wartawan hanya di televisi. Saat praktik ia harus merasakan langsung, berlari kesana-kemari bertemu narasumber, dikejar-kejar deadline, dan belajar disiplin atau menjalin hubiungi dengan banyak orang.

“Sedikit banyak tahu kerja jurnalis dalam mencari berita, mengolah data, etika dengan narasumber, menulis berita yang baik dan benar. Selain itu juga disiplin waktu, kerja cepat, serta penyampaian berita sesuai fakta,” kata gadis kelahiran Rembang, 22 Desember 1994.

Meski kerja wartawan cukup berat, namun ia mengaku senang bisa merasakan langsung bagaimana rasanya dikerjar deadline setiap hari. Apalagi, tulisan yang sudah susah payah dibuat tayang di halaman surat kabar atau portal online.

“Seneng bisa ikut liputan, tahu bagaimana wartawan dalam liputan, tambah wawasan. Sebab, selama magang 1 minggu saya roling berbagi bidang sesuai jadwal, seperti ekonomi, provinsi, kriminal, olahraga dan hukum,” kata mahasiswi jurusan Komunikasi UIN Walisongo ini. (din)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link