Home > METRO BERITA > Sosialita > Nabila: Keluarga Dokter, Tak Minder Terjun ke Politik

Nabila: Keluarga Dokter, Tak Minder Terjun ke Politik

image
Nabila, anggota Komisi B DPRD Kota Semarang. Foto Metrosemarang

LAHIR bukan dari keluarga politisi tidak membuat Nabila minder. Dia tetap nekat untuk terjun ke dunia politik. Bahkan, gadis yang memiliki wajah cantik ini ingin membuktikan bahwa dirinya bisa sukses di dunia politik. 

Menurutnya, perempuan punya kesempatan yang sama dengan kaum Adam dalam dunia politik. Oleh karena itu, dia tidak ingin hanya sekadar menjadi politisi biasa. Dia ingin menunjukkan perempuan juga bisa mencapai karir tertinggi di perpolitikan.

Sebagai langkah awal, Nabila sudah membuktikannya dengan sukses menjadi calon anggota legislatif terpilih dalam pemilu legislatif beberapa waktu lalu. Dia kini menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang periode 2014-2019. Duduk sebagai anggota Komisi B yang membidangi persoalan perekonomian.

Nabila memilih untuk terjun ke politik dengan bergabung bersama Partai Golongan Karya (Golkar). Dia pun menceritakan awal keputusannya bergabung dengan partai berlambang Pohon Beringin ini. 

Dara kelahiran Kota Semarang 10 Mei 1990 ini, mulanya menjadi anggota dari organisasi sayap Partai Golkar, yakni Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kota Semarang. 

”Saat ini saya sudah tiga tahun lebih bergabung AMPG. Memang awalnya terasa aneh saat berorganisasi, tapi lama-lama seiring waktu saya menikmatinya berorganisasi politik, saya semakin suka berpolitik dan isu-isu yang ada di dalamnya,” katanya, Kamis (27/11).

Dia mengatakan, ayahnya adalah seorang dokter. Namun dari situlah dia mendapatkan modal dasar untuk bagaimana berpolitik yang baik. Sebagai seorang dokter, ayahnya banyak mengajarkan bagaimana harus berbagi dengan sesama. Kemudian dengan caranya sendiri, dia pun memantapkan diri untuk terjun ke politik. 

Saat memutuskan maju dalam pemilu legislatif, dia mendapat support yang sangat besar dari teman-teman di partainya. Hal itu membuatnya semakin yakin, bahwa dirinya bisa sukses berkarir di politik.

Saat kampanye semua hal terkait pencalegan, strategi, penentuan daerah pemilihan, hingga keuangan dibantu teman-temannya. Sehingga sebagai seorang pemula dia merasa ringan ‘bertarung’ memperebutkan kursi di DPRD. 

”Pergerakan saya saat pemilihan legislatif, benar-benar dilakukan bersama-sama dengan tim atau mesin partai, hingga saya bisa berhasil (meraih kursi),” ujarnya.

Meski belum sebagai organisatoris tulen, sepak terjangnya pun semakin diperhitungkan oleh teman-temannya. Mereka menilai sepak terjang Nabila tidak kalah dengan senior-seniornya di partai. Dia sendiri, kini semakin paham arti pentingnya memanfaatkan dan membina mesin partai.

”Di dewan, saya ingin lebih mengangkat peranan perempuan agar tidak selalu merasa di bawah kaum laki-laki,” tandasnya. (MS-13)