Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Napi Teroris Anggota Kelompok Abu Roban Dipindah ke Lapas Kendal

Napi Teroris Anggota Kelompok Abu Roban Dipindah ke Lapas Kendal

METROSEMARANG.COM – Narapidana terorisme, Agus Widarto alias Masuri alias Agus Nangka (40) kini menjadi penghuni baru Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kendal. Anggota jaringan teroris Abu Roban itu dipindahkan dari Lapas Pasirputih Nusakambangan dengan alasan ingin dekat dengan keluarganya di Desa Randusari, Kecamatan Rowosari, Kendal, Jumat (22/7) pagi tadi.

Agus Widarto alias Agus Nangka
Agus Widarto alias Agus Nangka

Penjagaan ketat diberlakukan terhadap Agus Nangka. Dia dijaga ketat tim Polres Cilacap, Densus 88 dan petugas lapas dan  masuk Lapas Kendal sekitar pukul 05.11. Menurut Kepala Keamanan Lapas IIA Kendal, Supriyanto, Agus sebelumnya meminta dipindahkan ke Kendal lantaran ingin dekat dengan keluarganya yang tinggal di Kecamatan Rowosari.

Agus sendiri beralamat di Kampung Daya Mekar, Desa Kalangayar, Kecamatan Labuhan, Kabupaten Pandeglang, Banten. Agus sebelumnya ditahan sejak 12 Mei 2013. Dia dituduh menjadi bagian kelompok Abu Roban, yang merupakan jaringan teroris yang kerap melakukan aksi perampokan di beberapa toko dan Bank BRI di beberapa wilayah.

Hasil perampokan digunakan untuk pendanaan aksi teror mereka, dengan dalih yang mereka yakini sebagai fa’i, yakni merampok harta orang kafir. Amat Untung Hidayat alias Abu Roban tewas di tangan Tim Densus 88 Antiteror dalam penggerebekan di Batang, Jawa Tengah pada Mei 2013. Sedangkan, Agus Nangka divonis 11 tahun penjara, lewat putusan bernomor 94/Pid.Sus/2014/PT.DKI.

“Permohonan yang bersangkutan untuk dipindah dipenuhi oleh pihak Lapas Pasirputih, melalui persetujuan Densus 88 dan Polres Cilacap, lantaran yang bersangkutan menunjukkan progres atas program deradikalisasi yang diberlakukan padanya,” beber Supriyanto saat ditemui di Lapas IIA Kendal, Jalan Soekarno-Hatta.

Dikatakan, pemindahan ini telah mendapat persetujuan dari pihak Polres Kendal dan Kodim 0715 Kendal.  Rencananya, Agus akan ditempatkan dalam sel khusus, dan diawasi dengan sistem pengamanan minimum security, alias dengan pengawasan khusus.

“Tentu akan kami pisahkan dengan tahanan lain, dan yang bersangkutan juga akan terus diawasi oleh semacam “wali”, yang akan terus membimbingnya hingga ia diputuskan telah bebas dari ideologi radikal,” bebernya.

Pihak Lapas memberikan waktu tiga hari bagi keluarga untuk menahan diri agar tidak melakukan kunjungan, sebelum diizinkan untuk menjenguk pada Senin (25/7) lusa. Menurut Supriyanto, alasan untuk tidak memberlakukan izin kunjungan selama tiga hari adalah agar yang bersangkutan melakukan penyesuaian dengan kondisi Lapas. (metrojateng.com/MJ-01)