Home > METRO BERITA > GADGET & TEKNO > METRO TALK > Negara tanpa Game Online akan Kacau

Negara tanpa Game Online akan Kacau

tempat-game-online-semarang-indonesia

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai permainan.

Malam itu saya pentest (penetration test) keamanan sebuah warnet. Penjaga warnet bilang, setiap jam 1-2 dini hari, sering disconnect tanpa sebab. Tidak mungkin. Pasti bisa dilacak penyebabnya.
Saya buka browser (port 80) dan menembus proteksi modem! Tidak ada 100 detik. Saya menjelaskan bahwa jaringan warnet itu sudah dalam kondisi “remote full owned”, dikuasai-penuh dari jauh. Saya redirect port 80 dan mengamankan jaringan itu.

Besoknya, saya jalan-jalan, mencoba pentest dengan Android setiap ada hotspot. Apakah ada hotspot? apakah bisa ditembus berbekal Android yang sudah di-r00t. Kantor Kecamatan, Alfamart, warnet, kantor instansi, hampir semuanya bisa dimasuki dalam hitungan kurang dari 5 menit. Kalau memakai laptop, bisa kurang.

Pada tahun 1980-an saya masih bisa melihat ada kendi-kendi di pinggir jalan. Orang berhenti, meminum air dari kendi untuk para pejalan. Sekarang tidak ada kendi, tidak ada pula bandwith yang secara resmi disisihkan negara untuk publik.

Kalau sebuah kantor mengeluarkan 6 juta untuk kebutuhan koneksi dan VPS (virtual private server), itu sudah dapat space 50 giga dan bandwith 10 tera per tahun. Cukup untuk koneksi orang 1 desa.
Sekarang ini, para pelanggan Speedy sudah membayar per bulan, mereka maunya terhubung internet dengan lancar untuk bekerja dan bermain-main. Sayangnya, dari pabriknya, modem yang mereka gunakan itu bermasalah dan pihak Speedy tidak mengamankan.

Konsumen dirugikan. Sebagian besar konsumen tidak tahu bahwa mereka tidak aman.
Dunia penuh bot. Hanya dengan sebuah script code, orang bisa diserang tanpa tahu siapa yang menyerang. Koneksi mati tanpa tahu siapa yang membunuh. Hidup seperti game online, kadang kita tidak tahu identitas orang yang merebut semua koin kita di meja Capsa.

Saya suka melihat ekspresi para gamer dan mendengar cerita spontan mereka ketika bermain game. Warnet masih menjadi tempat favorit untuk bermain-lama, tidak seperti rumah atau kafe yang punya peraturan sosial lebih ketat.

Rata-rata manusia dewasa tidur 6-8 jam, sekitar 1/3 waktunya untuk tidur, sedangkan para gamer ini spesies manusia yang sangat kurang-tidur, demi bermain game.
Dalam dunia hacking, gamer memiliki tempat khusus. Specialist pemain game punya kelas dan forum sendiri. Ada yang “addicted player” (pemakai yang sudah kecanduan), “penyelesai lantai” (spesialis pemberi info cara mengatasi level demi level), “donator koin”, “beta tester” (penguji versi uji-coba), “cheater” (yang selalu punya cara curang), dan “maker” (pembuat game).

“Bermain game” menjadi motif utama kedua setelah “mengetahui kabar teman” di Facebook. Konsumsi game bisa meraup uang milyaran dolar dari fashion, hardware, dan koneksi internet.
Betapa banyak komunitas gamer, distro kaos dengan genre “game online”. Berapa uang yang beredar untuk jual-beli koin. Semua warnet selalu ada pemain game, bahkan di ponsel. Berapa uang untuk membeli hardware (komputer’ smartphone) untuk bermain game? Silakan baca kalkulasinya sendir.

Film dan tayangan televisi belum menganggap game online sebagai kenyataan serius. Prosentase film dan acara televisi masih sedikit yang menyisipkan permainan online. Gagasan, sirkulasi uang, distribusi hardware, daya rusak malware dengan segala iklannya, menjadi bagian yang menyatu dari sebuah game online.

Saya pernah mengalami kecanduan game sebelum masa game online terjadi. Bermain SimCity. Saya (ditugaskan game itu) menjadi seorang walikota, harus mengatur listrik, perairan, tempat tinggal (residence), keamanan, opini publik, simulator dan lalu-lintas, semakin hari semakin rumit. Game itu memiliki konsep sendiri tentang perjalanan sebuah kota, bagaimana seharusnya sebuah kota dijalankan.
Setiap mau tidur, saya selalu berpikir, setelah mematikan komputer : apakah kota saya (di game tadi) sudah aman dan nyaman?

Pada tahun 1994 saya sering meluangkan waktu dan uang 2000 rupiah untuk naik bis Damri trayek Ngaliyan – Pucang Gading pulang-pergi dan sebungkus rokok, hanya untuk “kota-kota” (menikmati suasana kota) dengan memori permainan SimCity. Risih rasanya terjebak macet tetapi merasa bisa mengatasinya hanya karena bisa mengatasi kemacetan di game. Saya suka game strategi.
Sekarang, komputer mengalami sosialisasi, terhubung komputer lain, begitu pula smartphone, untuk bermain bersama.

Para gamer online sudah disibukkan dengan jual-beli koin. Game Capsa Susun dan Clash of Clans misalnya, sekarang ini paling diminati. Capsa Susun dimainkan langsung di Facebook, Clash of Clans bisa dimainkan dengan BlueStacks, emulator Android. Hanya butuh operating system Windows XP. Sebagai info, operating system ini sudah tidak beredar dan tidak ada update dari Microsoft, bebas dari pasal pembajakan. ATM di Asia Tenggara masih memakai Windows XP sehingga jangan heran jika banyak hacker bisa membobol uang dari ATM.

Orang cukup menginstall BlueStacks dari komputer Windows XP SP3. Anda hanya perlu oprek Registry kurang dari 1 menit agar mesin Windows XP SP2 dibaca sebagai SP3 oleh BlueStacks.
Sejak BlueStacks beredar, operating system Android seperti virus yang memasuki induk semang Windows. Orang bisa memakai WhatsApp resmi di komputer, bisa pula memakainya di BlueStacks, bahkan bisa menginstall BBM for Android sampai lebih dari 20 akun BBM. Bagi para gamer online, akun Facebook tidak lagi menjadi sarana berjejaring sosial. Mereka butuh untuk bermain game sambil tetap mengikuti update status teman-temannya.

Kebutuhan bermain dan pengetahuan memainkan akun, memicu “kenakalan” untuk membuat akun ganda dan melakukan rekayasa sosial. Satu kebutuhan : bagaimana caranya koin saya bisa bertambah dengan cepat?

Bukan rahasia lagi kalau koin-koin itu bisa dijual, didonasikan. Bukan rahasia pula jika Google menanam saham besar di permainan online di Facebook. Dan para penyedia game banyak yang melakukan rekayasa, demi mempengaruhi perilaku para pemain.

Cobalah bermain X-Files (sampai finish) maka pengetahuan Anda tentang forensik dan alien akan tertanam kuat di pikiran. Kerja sama tim dan kemampuan survival semakin kuat jika bermain game strategi seperti Clash of Clans. Anda bisa hafal ratusan melody dengan memainkan Guitar Heroes. Setiap game memiliki struktur pengetahuan sendiri, dibuat dengan riset panjang dan terus dikembangkan.
Sebuah game menggabungkan banyak kemampuan : jaringan, kode, grafis, pengetahuan, dan semiotika rumit.

Ironis kalau agamawan dan pakar pendidikan diminta berpendapat tentang pengaruh game namun tidak pernah bermain sampai level 3, hanya melihat casing game.
Pelajaran terbaik dari game adalah stamina dan probabilitas. Bukan rahasia lagi, salah satu persyaratan memasuki sebuah instansi adalah psikotes untuk menguji tingkat kecocokan kepribadian seseorang dengan kebutuhan instansi. Anda pintar namun terlalu pintar bekerja di kantor saya. Ditolak. Anda bisa 1 jam tanpa jenuh melakukan segitiga penjumlahan bersusun 64 hanya untuk mencari hasil akhir. Diterima.

Gamer biasa bermain dalam tekanan. Jenuh jalan-jalan, diputus pacar, capek, tugas menumpuk, mereka tetap bermain game. Mereka bangga dan bersedia 24 jam bermain atas apa yang disukainya.
Para pejuang koin, punya kalkulasi 50 ribu per jam. Bermain menjadi yang terbaik, bisa dapat bersih 50 ribu per malam kalau nanti koinnya dijual.

Jutaan gamer Indonesia meluangkan waktu untuk bermain online, kebanyakan permainan itu dari luar, sementara, Indonesia belum banyak dilirik menjadi beta tester. Entah apa jadinya sebuah aplikasi atau game yang tidak melewati uji-pakai sebelum merilis versi alpha. Para pemakai merupakan penguji kendali-mut (quality control) yang sesungguhnya.

Di balik kekhawatiran para pakar tentang ekses negatif permainan online, tersembunyi banyak masalah : bagaimana cara negara Indonesia menahan invasi gagasan asing yang ditanamkan dalam game? Seorang anak kecil yang suka memainkan Grand Slam dan Grand Theft Auto bisa menjelaskan detail otomotif, mereka punya ukuran ideal tentang mobil dengan pernik-perniknya. Karena game mobil sudah menyita sebagian besar waktunya, dia akan mengkonsumsi pengetahuan otomotif, dan jika mampu membeli mereka akan membeli jenis-jenis mobil ini. Anak-anak kecil dengan fantasi fashion Barbie Puteri Aurora, puzzle dan crossword, game strategi, supremasi Amerika, kecerdasan fantasi anime Jepang, dll. Ada musik, latar belakang, dan sikap bawaan yang akan terjadi di balik game-game itu.

Negara Indonesia tidak memiliki tembok api (firewall) terbesar di dunia seperti China Net yang menjaga stabilitas ideologi China, sementara pada sisi lain, China menggempur dunia dengan peredaran hardware computer dan smartphone Android yang peredarannya mengalahkan raksasa-raksasa ponsel dunia.

Sungguh lucu jika sebuah negara yang tidak ikut menjadi beta tester, kelabakan menghadapi warganya yang tiba-tiba kecanduan game online.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai permainan.

Saya membayangkan, ada game RPG yang menceritakan kedigdayaan para negarawan Indonesia, dikemas dalam paket game strategi online, yang menceritakan dahsyatnya laut Indonesia, kesaktian para pejuang menaklukkan hutan, dan hukuman untuk mereka yang berani merusak lingkungan. Sisipan adegan penenggelaman kapal dan demo para nelayan menutup pantura pasti keren. Atau kisah para pendekar bersatu menggagalkan penambangan di Freeport. Ada ribuan adegan bisa dibuat menjadi game yang mengajarkan anak sekolah, betapa Indonesia penuh harapan. Lantas game ini diedarkan, memasuki Amerika, Jepang, dan China.

Apa jadinya sebuah negara yang tidak menganggap game online sebagai kenyataan serius? Negara bisa kaya dari game online, negara bisa terdesak gagasannya di kancah internet jika tidak memiliki beta tester andal. Semoga Anda sekeluarga memainkan game yang mencerdaskan. Semoga negara tidak melarang permainan online, kecuali jika bisa menyediakan yang lebih baik bagi warganya.

Sudahkah Anda bermain game online hari ini?

Day Milovich,,
Webmaster, artworker, penulis, tinggal di Semarang dan Borobudur.

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link