Home > METRO BERITA > Ngumpet di Sunan Kuning, Pelaku Ampresen Diciduk Polisi

Ngumpet di Sunan Kuning, Pelaku Ampresen Diciduk Polisi

Sasongko, pelaku pencurian dengan kekerasan saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang. Foto Metrosemarang
Sasongko, pelaku pencurian dengan kekerasan saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang. Foto Metrosemarang

SEMARANG – Sejak menjadi buron menjelang lebaran kemarin, pelaku ampresen operator warnet di Puri Anjasmoro akhirnya dibekuk. Pria bernama Sasongko Wijayanto alias Ndok (25) tersebut ternyata “ngumpet” di daerah lokalisasi Sunan Kuning (SK).

Setelah melakukan pengejaran kurang lebih tiga minggu petugas Reskrim Polsek Semarang Barat berhasil meringkusnya di sebuah tempat karaoke tepatnya di Gang V kawasan lokalisasi SK, Semarang Barat.

Aksi perampasan disertai kekerasan itu terjadi menjelang hari raya Idul Fitri, Minggu (27/7) lalu. Sasongko mengatakan, bersama dua rekannya yang masih buron, dia berniat meminta tunjangan hari raya (THR). “Saya memang ndak kerja di situ, teman saya yang kerja parkir di depan warnet itu. Kami niatnya mau minta THR,” ungkap Sasongko saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Selasa (19/08).

Bukannya langsung pergi lantaran tidak mendapatkan keinginannya, Sasongko cs justru ngotot. Bahkan sempat menganiaya korban dengan pukulan tangan kosong. “Waktu itu Lebaran kurang satu hari. Minta THR tapi ndak dikasih, saya emosi langsung saya pukul,” tutur┬ápria beranak satu yang mengaku bekerja sebagai tukang parkir di daerah Pasar Bulu tersebut.

Aksi Sansongko dan dua temannya terekam CCTV. Ketiga pelaku juga diketahui dalam pengaruh miras. Petugas kepolisian yang mendapatkan laporan langsung bergerak hingga akhirnya berhasil meringkus tersangka, Sabtu (16/08) malam.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku lain. “Pelakunya tiga orang. Kami masih lakukan pengejaran dua pelaku lain,” ujarnya.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor milik tersangka.”Kami kembangkan kasus ini. Soalnya sepeda motor tersangka ini kami cek di register Samsat tidak tercatat,” pungkasnya.

Tersangka kini mendekam di sel tahanan Polsek Semarang Barat dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. (les)