Home > METRO BERITA > Nono Sedih Indonesia Minim Tokoh Superhero Lokal

Nono Sedih Indonesia Minim Tokoh Superhero Lokal

image
Nono dan beberapa koleksi action figure dari para anggota Komunitas Brotherhood of One Sixth Semarang (BOSS). Foto Metrosemarang

SEMARANG – Banyaknya tokoh superhero mancanegara yang bertebaran di Indonesia sedikit banyak berpengaruh pada kecintaan anak-anak muda tanah air akan tokoh-tokoh hero lokalnya. Apalagi hingga saat ini masih minim superhero lokal yang cukup punya nama untuk berlaga dikancah internasional.

Jika dirunut ke belakang, Indonesia sebenarnya memiliki beberapa superhero lokal asli yang cukup terkenal, di antaranya seperti Gundala, Godam, Aquanus, Pangeran Mlaar, Si Buta, Wiro Sableng, Panji Tengkorak, Jin Kartubi dan beberapa nama lainnya. Namun jumlah tersebut tak sebanding dengan tokoh-tokoh superhero dari luar.

“Penerbit dari Amerika seperti Marvel dan DC saja memiliki karakter superhero sampai ratusan, belum lagi jika dibandingkan dengan Jepang yang jumlah karakternya menembus angka ribuan. Superhero lokal kita masih kalah jauh dan pembentukan karakternya masih kurang,” kata Nono Adhi salah seorang kolektor action figure asal Semarang.

Menurutnya, saat ini kebangkitan tokoh-tokoh hero lokal ada di tangan anak-anak muda tanah air, khususnya para pegiat industri kreatif yang concern akan kebutuhan munculnya tokoh superhero dengan kearifan lokal asli Indonesia. Selain itu, bantuan dan dukungan dari pemerintah sangat diharapkan untuk memicu rangsangan kreatifitas para insan-insan muda ini.

“Dulu sempat ada karakter superhero lokal di televisi seperti Saras 008 dan Panji Manusia Millenium yang memiliki banyak penggemar, namun kemudian tenggelam tak ada kabarnya. Walau begitu masih ada yang tetap eksis seperti Caroq dan Volt, serta yang terbaru ini ada NusantaRanger dan Garuda,” tukas pria yang juga aktif di komunitas Brotherhood of One Sixth Semarang (BOSS).

Dirinya berharap, kedepannya bisa diciptakan lebih banyak lagi tokoh-tokoh karakter superhero yang sangat berbau lokal dan tak mengekor dengan produk superhero luar. Apalagi potensi keberagaman di Indonesia menjadi keuntungan tersendiri dalam membuat sebuah tokoh superhero lokal dengan kekhasan ciri masing-masing.

“Keberagaman kita sangat komplek dan komplit, dari situ kan masa tidak ada satupun tokoh karakter pahlawan yang bisa diciptakan. Apalagi media aplikasinya juga sangat banyak belakangan ini, seperti film, komik, ilustrasi, game, hingga bentuk mainan tiga dimensi berupa action figure,” tukasnya. (MS-15)