Home > METRO BERITA > Nyalo CPNS, Pecatan Disdik Digelandang ke Polisi

Nyalo CPNS, Pecatan Disdik Digelandang ke Polisi

image
Heri saat dimintai keterangan di SPKT Polrestabes Semarang, Sabtu (12/9) dinihari.

Foto Metrosemarang

SEMARANG – Seorang pensiunan Dinas Pendidikan Madiun digelandang ke Mapolrestabes Semarang lantaran terlibat kasus penipuan bermodus perekrutan Calon pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Pria bernama Widodo Heri Murdianto (54) itu diduga telah menggondol uang korban senilai Rp 125 juta.  Heri yang merupakan warga asal Madiun itu diringkus oleh pasangan suami istri NAP (35) dan NO (28) warga Tlogosari, Pedurungan Kota Semarang.

Saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Heri mengaku nekat beraksi di Semarang lantaran mempunyai saudara yang tinggal di kota ini. Pria yang mengaku sebagai pensiunan penilik sekolah itu menjanjikan korban sebagai PNS di Dinas Perhubungan Kota Semarang. “Saya hanya dapat keuntungan Rp 10 juta,” akunya.

Dipaparkannya, selama beraksi dirinya sudah berhasil menggaet 10 orang. Untuk satu orang dikenai tarif Rp 115 juta. “Awalnya Rp 75 juta tapi karena membengkak jadi Rp 115 juta. Untuk syaratnya saya minta ijazah,” jelasnya.

Sementara itu, korban NAP mengatakan, dirinya bertemu dengan pelaku pada November 2013. Dengan sangat meyakinkan, Heri mengaku mampu memasukkan orang dalam perekrutan CPNS. Dengan syarat menggelontorkan uang hingga mencapai Rp 125 juta.

Namun ternyata ketika pengumuman Januari 2014, nama korban, NAP, tidak lolos. “Januari saya tidak lolos. Tapi saat itu dia bilang masih diusahakan. Akhirnya saya tunggu,” jelasnya.

NAP mulai gelisah ketika dirinya tak lagi bisa menghubungi pelaku pada bulan Mei 2014. NAP yang terlanjur kebingungan akhirnya melakukan pengecekan di dinas tekait. “Ternyata di Dinas Pendidikan Madiun, dia (pelaku) orang yang bermasalah,” ujarnya.

Mengetahui hal itu, korban akhirnya berinisiatif untuk mencari keberadaan pelaku. Hingga akhirnya pelaku berhasil ditangkap di Terminal Terboyo sebelum diserahkan ke Mapolrestabes Semarang. (MS-16)