Home > METRO BERITA > Nyonya Meneer Dituntut Bayar Upah Buruh Rp 98 M

Nyonya Meneer Dituntut Bayar Upah Buruh Rp 98 M

METROSEMARANG.COM – Setelah diputus pailit oleh pihak Pengadilan Negeri (PN) Semarang, ratusan pegawai PT Nyonya Meneer menuntut pembayaran upah selama mereka bekerja mencapai Rp 98,220 miliar.

Aksi buruh Nyonya Meneer menuntut pembayaran upah, Rabu (15/6/2016). Setelah dinyatakan pailit, Nyonya Meneer masih menunggak gaji Rp 98 miliar. Foto: metrosemarang.com/dok

Paulus Sirait, Kuasa Hukum buruh Nyonya Meneer, menyatakan tuntutan upah sebanyak itu berdasarkan banyak perhitungan yang telah ditetapkan oleh para pegawai yang masih aktif bekerja di pabrik jamu tersebut.

“Semua tunggakan upah pegawai baik yang aktif maupun yang sudah dirumahkan mencapai Rp 98,220 miliar,” ungkapnya, saat berada di kantornya Jalan Jatingaleh I Semarang, Senin (21/8).

Sebelum dipailitkan oleh pengadilan, ia menyebut, Nyonya Meneer ternyata belum membayar asuransi BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp 12,589 Miliar. Tunggakan BPJS itu muncul sejak November 2011 silam.

Tak hanya itu saja, kata Paulus, total gaji yang harus dibayarkan oleh kliennya sebesar Rp 35,364 Miliar. Kliennya mengklaim belum menerima upah mulai November 2015, Januari 2016 serta Juli 2017.

Jumlah karyawan aktif Nyonya Meneer yang menuntut haknya yakni sebanyak 921 orang. “Kami back up kasus tunggakan gajinya mereka,” jelasnya.

Meski begitu, bila tunggakan gajinya ditambah dengan tunggakan upah buruh yang telah pensiun pada November 2015, Januari 2016 hingga Juli 2017, maka jumlahnya bertambah sampai Rp 41,473, Miliar.

Nyonya Meneer, lanjutnya juga wajib membayar pesangon Rp 8,717 miliar kepada buruh yang telah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Jumlahnya mencapai 183 orang.

“Yang jumlahnya 183 orang itu sempat mengajukan gugatan PKPU ke Pengadilan Niaga,” akunya. Nyonya Meneer rupa-rupanya belum membayarkan klaim kesehatan para buruh senilai Rp 75 juta.

Paulus mengklaim menerima kuasa hukum bagi 1.104 buruh Nyonya Meneer untuk menuntut upah mereka kepada tim kurator. Perinciannya, 921 karyawan aktif dan 183 karyawan yang di-PHK Nyonya Meneer.

Dilain pihak, Kuasa Hukum Nyonya Meneer, La Ode Kudus, enggan berkomentar banyak ihwal penanganan tunggakan upah para pegawai pabrik jamu itu. “Nanti saja hubungi lagi,” sergahnya. (far)