Home > METRO BERITA > Obat dan Makanan Ilegal Senilai Rp 4 Miliar Dimusnahkan BBPOM Semarang

Obat dan Makanan Ilegal Senilai Rp 4 Miliar Dimusnahkan BBPOM Semarang

Wakil Gubernur Jateng, Drs. Heru Sudjatmoko, turut serta dalam pembakaran obat ilegal (foto: Yas/Metro)
Wakil Gubernur Jateng, Drs. Heru Sudjatmoko, turut serta dalam pembakaran obat ilegal (foto: Yas/Metro)

SEMARANG – Sebagai bentuk komitmen terus melindungi kesehatan masyarakat dari peredaran berbagai obat ilegal yang terjual bebas di pasaran, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang, memusnahkan obat dan makanan ilegal senilai Rp. 4 miliar.

Dalam pemusnahan yang dilakukan Kamis (9/10) siang di Kantor BPOM Semarang, Jalan Madukoro no. 8 tersebut, turut hadir Wakil Gubernur Jawa Tengah, Drs. Heru Sudjatmoko beserta perwakilan dari Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Kejaksaan Tinggi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan Dinas Pendidikan Jawa Tengah.

Kepala BPOM kota Semarang, Agus Prabowo, menyatakan obat dan makanan ilegal tersebut disita dari berbagai distributor di Magelang, pada 3 Juni 2014 lalu.”Keseluruhan produk yang dimusnahkan itu hasil operasi penertiban dengan rincian obat tanpa ijin edar 23 item serta obat tradisional tidak memenuhi syarat 153 item, dan obat keras 4 item,” tutur Agus di BPOM Kota Semarang.

Pemusnahan yang berlangsung dari pukul 11.00 WIB hingga 12.00 WIB di halaman BPOM Kota Semarang tersebut, dilanjuti dengan pelepasan lima truk ukuran sedang yang berisi muatan jamu dan obat palsu oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, untuk kemudian  dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang.

Atas pemusnahan tersebut, pihaknya menyatakan akan terus melakukan pengawasan terhadap peredaran obat dan makanan secara profesional. “Nanti sore juga akan ada tim yang akan berangkat memeriksa obat dan makanan ke Purworejo,” imbuh Agus.

Sementara, menanggapi pemusnahan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Drs. Heru Sudjatmoko menyatakan, pada dasarnya¬† melindungi masyarakat dari obat dan makanan ilegal adalah tanggung jawab bersama, obat dan makanan yang ditengarai tidak terbukti memenuhi syarat-syarat kesehatan harus ditindak lanjuti, entah produk tersebut berasal dari produksi dalam dan luar negeri. “Percuma kebutuhan obat dan makanan terpenuhi kalau sebagaian ada yang berbahaya dan tak layak konsumsi,” tegas Heru.(yas)