Home > METRO BERITA > TPP Naik, Hendi: Jangan Ada Lagi ASN Pungli

TPP Naik, Hendi: Jangan Ada Lagi ASN Pungli

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengakui masih banyak keluhan dari masyarakat tentang adanya oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melakukan pungutan liar (pungli) dalam memberikan pelayanan. Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemkot. Selain pungli, juga lamanya proses perizinan dan dugaan korupsi menjadi tantangan tersendiri bagi pemkot.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menandatangani surat pengangkatan pegawai negeri sipil di Balai Kota Semarang, Rabu (2/3). Hendi berharap kinerja anak buahnya lebih profesional. Foto: metrosemarang.com/dok humas pemkot
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menandatangani surat pengangkatan pegawai negeri sipil di Balai Kota Semarang, Rabu (2/3). Hendi berharap kinerja anak buahnya lebih profesional. Foto: metrosemarang.com/dok humas pemkot

Di Hari Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia (Korpri) yang jatuh pada hari Selasa (29/11), diharapkan kinerja ASN itu menjadi lebih baik. Hendi-sapaan akrabnya, mengatakan ada tiga poin yang harus diperhatikan ASN di lingkungan Pemkot Semarang. Yaitu harus lebih profesional mengutamakan kepentingan publik daripada persoalan politik, pelayanan prima, murah, cepat dan berkulitas, dan menjaga kebersamaan.

”Kita satu saudara, satu sedulur tidak ada perbedaan dalam Korpri meskipun ada yang berasal dari STPDN, Undip, UGM, dan lainnya semua merupakan satu kebersamaan,” katanya di balai kota, Selasa (29/11).

Untuk memperbaiki Korpri, menurutnya memang harus dilakukan dari hulu sampai hilir baik pada area perubahan mental aparatur, kelembagaan, ketatalaksanaan dan bidang lainnya. Ditegaskan, ASN harus menjaga profesionalitas karena hak yang diperoleh juga terus mendapatkan kenaikan.

Di tahun 2017 nanti ASN di lingkungan Pemkot Semarang mendapat kenaikan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) yang telah disetujui DPRD mencapai sebesar 50 persen sehingga kewajiban yang mesti dilaksanakan harus dengan baik.

”Dewan menyetujui kenaikan TPP 45-50 persen. Maka setelah ini kita mesti profesional jangan ada lagi ASN yang pungli, korupsi, dan perlama pelayanan,” tegasnya.

Sementara Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi menuturkan setiap ASN harus lebih optimal dalam melaksanakan pelayanan dan pekerjaannya. Sehingga nantinya tidak ada lagi laporan dari masyarakat tentang pungli maupun perizinan yang lama. (duh)

Tinggalkan Balasan